Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Reksadana Saham : Sebuah Intrumen Investasi…* #pestareksadana2016

0 719

Selamat pagi…

Setiap kali mau membicarakan tentang reksadana … khususnya reksadana saham… kata-kata yang terlintas di kepala saya hanya satu:

Bersatu kita teguh … bercerai kita runtuh!!!

160128 Bersatu Kita Teguh

Ceritanya begini:

Kita itu.. kalau pingin investasi gak mau resiko… pasti akan melakukan penempatan dana di deposito.  Ditabung di bank deh.  Kalau ingin return yang lebih tinggi dikit.. biasanya dibelikan deposito.  Akan tetapi… ada ‘tapi’nya nih… Return deposito .. yang sekarang cuman 3% – 5% an itu, sering kali dirasakan tidak menarik.  Inflasi aja belakangan sekitar 5%.  Kalau Deposito dapet bunga 5% ditambah pajak 15% … maka pendapatan riil kita sebenarnya sudah minus.  Investasi kita tidak ada gunanya.  Uang disimpan.. bukannya bertambah.. malah tergerus.

Itu sebabnya, kita kemudian mencari sarana investasi yang lain.  Yang bisa memberikan pendapatan yang lebih besar, meski dengan resiko yang lebih tinggi… dan tetap merupakan produk finansial.

Pilihan kita… kemudian jatuh kepada saham.  Saham ini adalah alat investasi yang menarik.  Potensi pendapatannya sangatlah tinggi.  Setahun bisa 10% … 20% .. atau bahkan ratusan persen.  Akan tetapi … kita juga kemudian sadar : dengan potensi return yang sangat tinggi itu, saham tentu saja memberikan resiko… menyimpan potensi kerugian yang besar.  Resiko besar, strategi investasinya tidak mudah, strategi beli jualnya sangat kompleks, perdagangannya menyita waktu, dan masih banyak lagi.  Belum lagi kalau dananya cuman sedikit, jelas menarik untuk dilakukan sendiri.  Investasi saham secara langsung.. itu sangat ribet.  Bukan mainan semua orang deh pokoknya.

Akan tetapi… kita kepingin… bahwa dana kita bisa diinvestasikan di saham.  Karena kita tahu.. bahwa potensi keuntungannya memang tinggi.

Nah… kalau anda tahu bahwa investasi saham secara langsung itu tidak memungkinkan tapi anda ingin memaksakan investasi di saham, maka reksadana adalah instrumen investasi yang anda butuhkan.

Secara definisi, reksadana (Bahasa Inggrisnya ‘Mutual Fund’) menurut Pasal 1 angka 27 UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (“UUPM”) berarti wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.  Artinya: masyarakan mengumpulkan dana, untuk diinvestasikan di pasar modal, dibelikan surat berharga atau efek, yang dikelola oleh seorang manajer investasi.

Dengan kata lain : masyarakat yang merasa bahwa investasi di saham itu sulit, tidak mungkin dilakukan, atau tidak mampu tadi, membuat dirinya lebih ‘berdaya’ (jangan keliru ‘perdaya ya.. hehehe… karena artinya akan berbeda… hehehe) dengan menitipkan uang kepada fund manager (yang dianggap lebih ahli terhadap hal ini) untuk dikelolakan, dibelikan surat berharga atau efek.

Kalau meminjam gambar dari Hukumonline.com:

160128 Reksadana

Investor mengumpulkan dana.. dalam bentuk reksadana.  Dikelola oleh Manajer Investasi.   Reksadana tersebut di investasikan pada portfolio efek.  Dari portfolio efek tersebut, pemodal mendapatkan deviden, bunga (dan tentu saja capital gain/loss).  Investasi tersebut dititipkan pada sebuah lembaga custodian, yang bertindak sebagai tempat penitipan efek, yang secara rutin melakukan penghitungan akan kekayaan nasabah.

Sekarang begini: seorang manajer investasi (fund manager) mengelola dananya berdasarkan pola investasi.  Namanya saja manajer investasi… ya jelas mereka mengeloka secara investasi.   Investasi itu.. adalah strategi pengelolaan dana, yang lebih berpatokan pada penempatan dana jangka panjang.

Warren Buffet adalah seorang investor.  Dia menggunakan analisis fundamental, dia melihat prospek jangka panjang dari perusahaan, dan kemudian membeli saham dari perusahaan tersebut.  Warren Buffet melakukan strategi beli – simpan (buy and hold) untuk jangka waktu yang sangat lama.  Investasi paling terkenal dari Warren Buffet adalah saham Coca-cola, yang dibeli pada tahun 1968, yang hingga sekarang tidak pernah dijual.  Hanya di hold.  Itu yang dikatakan sebagai contoh investasi yang sebenarnya.

Karena dikelola dengan ‘cara investasi’ … maka satu hal yang saya ingin tekankan disini adalah:

Reksadana itu instrumen investasi.

Karena reksadana adalah instrumen investasi, maka seharusnya kita melakukan buy and hold.  Beli dan simpan … untuk waktu yang tidak terhingga.  Ketika kita membeli reksadana, kita mempercayakan dana kita kepada manajer investasi, untuk dikelola untuk jangka waktu yang tidak terhingga.  Jangan dikutak-katik.  Kita hanya melihat bagaimana perkembangan nilai dari investasi tersebut.  Apakah bagus atau tidak…. apakah menguntungkan atau tidak.

So… demikian kiranya sekilas bahasan saya tentang apa itu reksadana.  Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Happy trading… semoga barokah!!!

Strio Utomo

*disclaimer ON

Leave A Reply

Your email address will not be published.