Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Ketika HMSP ‘Mengancam’ obyektifitas pergerakan IHSG*

256

Selamat pagi…

Sudah semenjak minggu lalu, sejak minggu terakhir di bulan Januari 2016 .. kita disuguhi tontonan yang tidak senonoh: IHSG benar-benar disetir oleh pergerakan HMSP. Di pertengahan minggu kemarin: Ketika harga saham banyak yang naik… IHSG kesulitan untuk bergerak naik karena HMSP terkoreksi cukup dalam. Pada perdagangan kemarin, 1 Februari 2016, IHSG yang ‘hampir’ ditutup dengan signal negatif, dibawah suport pertama di 4.575… eh… malah ditutup di level 4.62x .. diatas resisten pertama di 4.6.18.

HMSP yang kapitalisasi pasarnya lebih dari 9 persen IHSG (CMIIW) terlihat berhasil menyetir IHSG… IHSG yang dihitung berdasarkan bobot kapitalisasi pasar.

Kondisi ini jelas tidak sehat.

Pertama: fungsi IHSG sebagai barometer jadi semakin tidak netral.. tidak obyektif. IHSG bergerak sebagai cerminan dari pergerakan harga HMSP yang cuman 1 saham, bukan cerminan dari harga 400 saham lebih yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Kedua: ini akan membuat orang malas untuk punya posisi di Futures Index LQ45, produk baru dari Bursa Efek Indonesia yang baru di relaunching kemarin. Bagaimana tidak? IHSG yang hampir ditutup dengan signal negatif.. malah ditutup dengan signal positif. Ini jelas menimbulkan ketidakpastian, membingungkan pelaku pasar yang mau mengambil posisi pada Futures Indeks LQ45.

So… akankah Bursa Efek Indonesia membiarkan hal ini? Menurut saya sih.. HMSP memang harus disunat lagi bobot IHSGnya jadi 50 persen lagi .. minimal sampai dia stock split… atau sampai free floatnya sudah diatas 15 persen. Disisi lain… bisa saja begini: yang disunat bobotnya.. jangan hanya HMSP… tapi semua saham yang free floatnya dibawah 15 persen (seperti HMSP, UNVR, dll) bobot IHSGnya disunat hingga 50 persen. Biar lebih netral pergerakan IHSGnya.. biar lebih obyektif pergerakan IHSGnya.

Semoga Bursa Efek Indonesia mau mendengarkan …

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*disclaimer ON

2 Comments
  1. David says

    Dulu Pak Tom pernah janji buat nulis karakteristik pergerakan ihsg dgn dimasukkannya kembali bobot hmsp kedalam indeks. Kesampaian deh skrg penantian sjk 3 bln yll.
    Tp ini saya masih blom mudeng ya….ada pake sunat2an segala. Dan teknisnya itu bgmn? Apakah dg mengurangi peredaran saham emiten yg bersangkutan. Mohon dijelaskan lg deh Pak Tom.
    Tp emang kerasa buat saya ada yg gak biasa stlh hmsp diikutkan kembali penghitungan bobotnya.
    Trims buat pencerahannya.

    Salam,David

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung David….

      Bobot HMSP itu.. kalau dihitung penuh… adalah sekitar 10,1 persen jadi bobot IHSG (pada harga HMSP 110.000). Kapitalisasi HMSP mencapai Rp 511 trilyun, dibandingkan kapitalisasi IHSG yang rp 5.100 trilyun. Dengan bobot seperti itu, tentunya akan sangat riskan bagi IHSG.. mengingat HMSP jumlah saham beredarnya masih sangat sedikit, dan bid offernya sangat tipis. Yang saya maksud sebagai ‘disunat’ disini adalah penghitungan kapitalisasi pasar HMSP untuk IHSG dipotong jadi hanya setengahnya, atau hanya dihitung Rp 250 trilyun sebagai bobot IHSG. Dengan demikian.. volatilitas pada saham HMSP tidak merusak pergerakan IHSG.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.