Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Minyak turun, BBM tidak turun… kok bisa ya?

189

Selamat pagi…

Harga minyak WTI di minggu kedua bulan Februari ini kembali lengser… turun hingga dibawah level US$30 per barrel.  Masalahnya masih tetap sama: oversupply, ekonomi dunia masih lemah, negara produsen tidak mengurangi pasokan.

Akan tetapi harga BBM dalam negeri tidak kunjung turun.  Nggak usah harga BBM Premium deh… BBM Pertamax saja juga masih tetap tinggi.  Padahal harga BBM di Malaysia, kabarnya

– Harga minyak itu sendiri

Harga minyak memang murah.  Akan tetapi… volatilias pergerakan harganya semakin lebar.  Selama bulan Januari kemarin.. rata-rata pergerakan harian dari harga minyak WTI adalah sebesar US$1,26 atau lebih dari 4 persen per hari.  Dengan volatilias sebesar itu.. akan sangat riskan bagi Pemerintah untuk menaikkan atau menurunkan harga. Secara… budaya inflasi kita itu salah kaprah (lihat penjelasannya sebentar lagi). Kalau harga minyak volatile lantas Pemerintah disuruh ikutan … bisa menjulang tinggi itu angka inflasinya… bisa hancur perekonomian kita.

(Weh… sudah jam segini… saya elaborasinya nanti deh.. yang penting poin2nya dulu…)

– Pertamina alias Pemerintah:

Penetapan harga yang tidak transparan, Pemerintah yang belum jujur dalam masalah harga BBM, Pertamina yang meski sudah membubarkan Petral, tapi masih mempertahankan perilaku Mafia.

– Rakyat Indonesia

Budaya inflasi yang salah kaprah (gampang naikin tapi susah nurunin),  budaya margin yang terlalu serakah, dan budaya suku bunga yang ketinggian.

Intinya: harga BBM tidak bisa murah karena mental kita semua.. mental rakyat Indonesia belum berevolusi, masih berada dalam paradigma yang lama.  Kita belum punya mental yang cukup untuk menerima margin yang lebih rendah, bekerja lebih keras, mengelola secara lebih jujur, lebih terbuka, bekerja untuk rakyat, bekerja untuk bangsa.  Bangsa kita masih tersandera dalam kapitalis yang individualistik.  Belum pada semangat kerakyatan dan kebangsaan yang dirintis oleh founding father dari negeri kita ini.

Indonesia itu masyarakatnya agamis. Agama itu dogmanya adalah dogma yang lebih berasa sosialis dibandingkan dengan kapitalis.  Kita harus lebih bisa sosialis.. dibandingkan kapitalis. Toh.. Pancasila juga sosialis. Mau tetap keukeuh kuat-kuatan untuk bilang bahwa kita kapitalis?

Wahai Bangsa Indonesia… mari kita maju bersama-sama.  Jauhkan diri kita dari hobby ‘ngerjain bangsa sendiri’.  Mulailah dari diri kita sendiri.

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*disclaimer ON

PS: ini hanya tulisan singkat karena waktu terbatas.  Semoga bisa saya elaborasi di lain waktu deh… saya harus bersiap menghadapi market sebentar lagi.

trading investasi saham Indonesia pemula mahir pakar pasar modal bursa efek

Leave A Reply

Your email address will not be published.