Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Q&A Terkait Kondisi Market Saat Ini… #praharaNIM*

211

Selamat pagi…

Regional bullish.  Itu saya sudah tulis tadi pagi. Double bottom pada STI dan DJI sudah menembus resisten.  Harga minyak juga sedang berada dalam trend naik… dengan potensi kenaikan hingga kisaran US$37 – US$40.

Akan tetapi… IHSG … market kita… bukannya malah ngikut.  Gara-gara Prahara NIM (Net Interest Margin)… IHSG sudah dua hari ini cenderung diam… hanya bergerak flat: BBRI dihajar… trio HMSP, GGRM, dan UNVR diangkat.  IHSG tidak kemana-mana.

Saya ingin membahas tentang beberapa pertanyaan yang mungkin ada di benak para pemodal BEI saat ini:

Pemodal (P): Hingga kapan Prahara NIM ini berlangsung?

Tommy (T): Sampai OJK mengeluarkan aturan tentang NIM.  Katanya sih dalam waktu dekat.

Pemodal (P): Pak Tommy… Kenapa BBRI jatuh… kenapa perbankan jatuh?

Tommy (T): Anda baca tulisan saya sebelumnya deh.  Disitu saya sudah menjelaskan dengan jelas.  Ini masalah issue penurunan NIM.  Meski penurunan NIM ini bagus untuk perekonomian, tapi… komunikasi yang buruk membuat semua terasa seperti bencana.  Sabar… badai pasti berlalu.

P: Ini BBRI bisa turun sampai ke berapa?

T: Kalau posisi teknikalnya… ada beberapa skenario yang bisa terjadi.  Kalau dari trend channel… potensi koreksinya bisa sampai kisaran 9.900 – 10.100.

160223 BBRI Channel

T: Skenario yang lain… adalah dari retracement… dimana Fibo Ret 50% ada di level 10150.  Ret 61.8 persen di level 9.650.

160223 BBRI Retracement

Jadi… potensi koreksi BBRI bisa sampai kisaran tersebut 10.000 – 10.200 tersebut.  Ini berarti:  kalau saya disuruh baibek BBRI.. saya hanya berminat untuk baibek jika BBRI sampai di kisaran harga tersebut, atau setelah terjadi confirmed reversal.

P: saham yang lain bagaimana?

T: menyesuaikan lah… kebanyakan kalau saya sampaikan disini.

P:   Saham BBCA … Mengapa tidak turun?

T:  BBCA kan bank swasta.  Sejauh ini…. market sepertinya berpikir bahwa Pemerintah hanya akan bisa memaksa saham-saham BUMN.  Bank swasta belum tentu.

P: mengapa koreksi BBRI paling dalam diantara perbankan yang lain?

T: NIM BBRI saat ini termasuk yang paling tinggi diantara perbankan.  Posisi pelaku pasar (asing terutama) juga sebagian besar pada BBRI.  Sehingga tekanan jualnya memang besar.

P: Pak… dalam tulisan Pak Tommy sebelumnya, Pak Tommy bilang bahwa ada saham-saham yang mendapat sentimen positif dari penurunan NIM.  Seperti ASII dan TLKM misalnya.  Mengapa saham-saham tersebut juga turun?

T: Begini permasalahannya: ternyata asing tidak sekedar switching…  tapi mereka melepas portfolio.  Karena portfolio memiliki benchmark IHSG… maka mereka memiliki semua saham big caps.. yang artinya : mereka melepas saham big caps.  IHSG ikutan turun… ditengah regional yang turun.

P: Kenapa konstruksi juga ikutan turun pak? Kan konstruksi pemainnya lokal?

T: Mereka juga ikutan lepas porto.  Kalau asing portonya big caps + bank … kalau lokal portonya bank + konstruksi.

P: Sampai dimana koreksi IHSG ini pak? Sampai kapan?

T: Untuk IHSG… sejauh ini.. potensi koreksi yang terlihat hanya target double top kecil di 4.625.  Tidak jauh.  Trend naik jangka menengah IHSG hanya berakhir jika IHSG bikin new low dibawah 4.408.  Belum ada yang mengkhawatirkan.

P: gak ada harapan ya pak?

T: saya hanya berharap bahwa kita bisa diselamatkan oleh regional.  Kalau DJI memang double bottom dan lari ke 17500.  IHSG pasti juga naik lah.  Meski gak banyak.. semoga saja masih bisa naik.  Hehehe.

P: koreksi ini .. apa yang pak Tommy lakukan? Cut loss?

T: Posisi sebenarnya full power pada tanggal 18 Februari (ketika STI tembus resisten).  Hari Jumat, 19 Februari … saya lepas posisi sekitar setengah.  Hari-hari ini… saya berusaha untuk baibek posisi saya di tanggal 18… pada harga yang lebih rendah.  Intinya: saya memang membiarkan sebagian posisi saya nyangkut. Tapi sisa duit yang ada… sepertinya saya harus menunggu sampai harga mencapai bottom (terjadi reversal setelah mencapai titik terendah) baru saya mau baibek posisi.  Saya membiarkan posisi nyangkut karena saya yakin dengan regionalnya.

….

So…. sayang banget ya… kita pake kegaduhan seperti ini.  Saya memang cape.  Tapi saya belum kehilangan harapan.  Semoga saya tidak keliru.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah membaca ulasan ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.