Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Bagaimana Cara Menyembuhkan #GADUHNIM ???*

248

Selamat pagi…

Kemarin saya mendapatkan cerita menarik.  Cerita menarik dari media yang pertama kali membuat #gaduhNIM (anda tahu lah ini masalah yang mana… hehehe).

Ceritanya begini: ternyata… setelah mereka mengeluarkan berita… mereka juga sempat beradu argumen dengan pihak yang mengeluarkan statement.  Masalah sebenarnya dipandang tidak besar.  Problemnya menjadi kacau… setelah sebuah kantor berita asing… membuat pemberitaan berdasarkan berita itu.  Hehehe.  Sayangnya saya gak berhasil menemukan berita itu berita yang mana.  Setelah berita dari kantor berita asing ini keluar… kondisinya.. kalau dinyatakan dalam bahasa Inggris sebagai berikut: All Hell break loose.  Semua isi neraka langsung keluar ketika pintu itu dibuka.  Seperti kotak pandora yang terbuka lebar.  Jangan heran kalau tekanan jual dari pemodal asing kemudian melepas posisi besar-besaran.

Pertanyaannya sekarang adalah:

Apakah yang bisa menyembuhkan #GADUHNIM ini? Apakah yang bisa mengembalikan sentimen pasar agar kembali positif, terutama terhadap saham perbankan?

Sejauh ini… sudah ada beberapa langkah yang dilakukan.

  • OJK membantah –> cara ini sudah dilakukan.  Gak pengaruh kan?
  • BEI membantah –> cara ini sudah dilakukan.  Gak pengaruh juga kan?
  • Menko Ekonomi membantah –> cara ini baru dilakukan tadi pagi.  Gak ngaruh juga kan?
  • Jokowi membantah –> hm… emang perlu gitu? permasalahan NIM ini gak penting banget deh sepertinya.  hehehe.

Mencari penyelesaian dari permasalahan ini.. sebenarnya harus menggali akar permasalahannya apa.  Apa inti permasalahanannya.

  • Permasalahan utama adalan NIM yang tinggi.  Apakah NIM harus dibiarkan tinggi?

Enggak juga.  NIM tinggi itu ciri ekonomi yang tidak efisien.  NIM memang seharusnya ditekan.  Saya setuju itu.  Jadi.. issue penurunan NIM ini.. sebaiknya jangan terus dihilangkan.  Jangan terus issue penurunan NIM ini dibatalkan.

  • Permasalahan kedua: Penurunan NIM.. haruskan drastis?

Kalau menurut saya sih… penurunan yang drastis itu… sudah sewajarnya.  Yang penting.. TIMELINENYA JELAS!!! Kalau NIM mau diturunkan hingga 3% – 4% … menurut perkiraan ngawur dari saya.. jangka waktunya setidaknya harus minimal 3 tahun.  Mungkin 3 hingga 5 tahun.  Problemnya: OJK sekarang membuat timeline 1-2 tahun.  Yah.. kalau 2 tahun mah… gak masalah… masih cukup lama.  Tapi.. ini pasar sepertinya bereaksi terhadap penurunan drastis selama 1 tahun.  Jangan heran kalau tekanan jual asing benar-benar tidak terkira seperti sekarang ini.

  • Permasalahan ketiga : Aturan NIM … Kapan keluarnya?

Yah… jangan tanya deh.  OJK kan memang sulit untuk bekerja cepat.  Dari dulu ini.  Masalah penggorengan saham,. saham syariah, dll.  Banyak aturan yang sebenarnya urgent.. tapi buat mereka malah gak urgent.  Berhubung masih dianggap gak urgent…. kapan hari kan OJK bilangnya 2 minggu.  Dua minggu itu kan lama.  Dengan kerusakan seperti sekarang ini.  Haruskah kita menunggu dua minggu?

Jadi.. langkah yang harus dilakukan adalah:

OJK harus mengeluarkan aturan tentang NIM ini… SEGERA!!!!!  Kalau perlu nanti sore.  Kalau bisa besok pagi.  Atau paling lambat.. hari Senin depan deh.

Permasalahan NIM ini menjadi urgent… karena statement yang ada… saat ini membuat pemodal asing terus menekan jual.  Mereka juga tidak switching… harusnya kan mereka lepas bank… switching ke saham lain yang terkena dampak positif.  Tapi mereka tidak melakukan itu.  Setidaknya.. sampai hari ini masih belum banyak.

Alternatif yang lain… adalah menunggu bullish market dari bursa global menyelamatkan market.  Dengan bursa global yang bullish… asing akan terpaksa masuk lagi ke bursa kita.  Tapi.. ini sepertinya masih harus menunggu.  Karena setidaknya.. sampai semalam signalnya masih belum jelas.

So… mana yang akan terjadi? Berharap OJK bergerak cepat? hehehehe…. Atau berharap regional menyelamatkan kita? hehehehehe juga.

Kita tunggu mana yang akan terjadi deh.  Saya cuman heran: kalau ini didiamkan saja… ditunggu dingin baru dicari solusi… ditunggu asing lepas posisi sampai habis baru market bisa rebound.  Pertanyaan saya: Emang ini masih jaman SBY ya?  Eh… memang masih sepertinya ya?

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

2 Comments
  1. Jarjit says

    Yang saya suka dr pak satrio ini menjelaskan khusnudhon dan suudhon terhadap kebijakan pemerintah dan otoritas terkait secara fair.. jadi kita tinggal pilih kursi,mau terua berburuk sangka, terus memuja atau memilih fair2 saja.. mudah hahahhaa… terimakasih pak satrio

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Hehehe… bisa saja Bung Jarjit ini.

      Rgds,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.