#demotaksi : Saya menggoreng saham karena saya goblok!!!*

0 128

Selamat pagi…

Harga saham itu… seakan orang bilang ya atau tidak. Seperti benar atau salah… seperti setuju atau tidak setuju.

Ketika harga bergerak naik, berarti pasar merespon positif akan sebuah isu atau masalah, secara ekplisit maupun implisit. Demikian berlaku sebaliknya: ketika harga bergerak turun, maka seakan pasar mensikapi sesuatu kejadian dengan negatif.



Terkait dengan #demotaksi kemarin… ada sebuah fenomena menarik.  Di akhir perdagangan… ternyata harga saham Taxi Express (TAXI) dan Blue Bird (BIRD) malah bergerak naik.  Beredar kemudian broadcast pesan WA seperti ini:

Copas dari wa sebelah;

– Grab, perusahaan pesaing Uber, yang basisnya di Singapura baru saja menjalin hubungan bisnis strategis dengan Lippo Group Indonesia. Lippo masuk ke bisnis IT sejak tahun lalu lewat MatahariMall yang disuntik US$500 juta (Rp6,5 triliun). Nantinya Grab akan menjadi moda untuk logistik MatahariMall yang menargetkan penjualan US$1 miliar (Rp13,1 triliun) dalam 2-3 tahun ke depan. Grab mengklaim bahwa sayap bisnisnya, GrabCar, menguasai 50% dari pasar “taksi pribadi” di Indonesia per akhir 2015.

Grab, yang juga disokong oleh investor Didi Kuaidi dari China, GGV Capital, dan SoftBank, saat ini valuasinya ditaksir US$1 miliar (Rp13,1 triliun).



– Uber. Ujung-ujungnya adalah IPO. Didirikan 2009 oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp, basisnya di San Fransisco. Sekarang ada di 300-an kota di 68 negara. Menurut PriceWaterhouseCoopers, per 2025 valuasinya ditaksir US$335 miliar (Rp4.407 triliun).

Pendapatan Uber diperoleh dari fee transaksi 20% dari setiap booking. Informasinya, per akhir 2015, nilai kotor booking mencapai US$10,84 miliar (Rp142,6 triliun). Komisi 20% berarti sekitar US$2 miliar (Rp26,3 triliun). Tahun ini, diproyeksikan nilai bookingnya US$26,12 miliar (Rp343,6 triliun) atau pendapatan dari komisi mencapai US$5,2 miliar (Rp68,4 triliun).

– Gojek. Ini jelas Northstar Group via NSI Ventures. Sudah berbadan hukum Indonesia yakni PT Gojek Indonesia. Menurut Bareksa.com, Northstar menyuntik dana US$200 juta (Rp480 miliar) secara bertahap buat Gojek. Sementara pesaingnya, GrabBike via PT Metro Asia Pasific yang induknya di Malaysia, dapat suntikan US$350 juta (Rp490 miliar) dari Coateu Management LLC dan China Investment Corporation (CIC).

– TAXI. Ini taksi Express yang pemiliknya adalah Peter Sondakh melalui PT Rajawali Corpora. Tahun lalu sempat dilirik mau dibeli oleh Saratoga (Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya) tapi batal. Revenue (TTM) Rp971 miliar dan net income (TTM) Rp20 miliar. Total asetnya (Q) Rp2,9 triliun. Nilai kapitalisasi pasar saham TAXI di bursa adalah Rp519 miliar. Siang ini nilai sahamnya melonjak 9 poin jadi Rp242/lembar.

– BIRD. Ini taksi Blue Bird. Pemegang saham terbesar adalah PT Pusaka Citra Djokosoetono (37,17%). Salah satu komisaris independennya adalah Prof. Hikmahanto Juwana (UI). Kapitalisasi pasarnya di bursa Rp16 triliun. Total asetnya (Q) Rp6 triliun. Net income (TTM) Rp823 miliar. Pendapatan (TTM) Rp5,3 triliun (kebanyakan dari pelanggan korporat). Siang ini sahamnya ngebut 25 poin menjadi Rp6.425/lembar.

Sementara itu para pengemudi yang notabene RAKYAT KECIL  DI BENTURKAN  dI JALAN.😂

——————

Hehehe… indah sekali kan?  Saham-saham operator taksi… sebenarnya adalah saham gorengan.  Saham gorengan ini adalah saham yang pelakunya bukan 100% pasar.  Ada semacam pemain besar yang seakan-akan ‘menggerakkan’ pergerakan harga.  Menggoreng harga saham kemana mereka suka.

Nah.. ketika ada kekacauan dan harga saham malah naik… maka kesimpulan yang wajar adalah seperti diatas:

Ini korporasi asing mau cari duit… kok rakyat kecil yang dibenturkan?  Asingnya sih happy karena harga saham naik, kekayaan bertambah.  Tapi… bagaimana dengan rakyat?

  Bagaimana dengan bangsa Indonesia yang kemudian terpecah belah saling bertarung antar kita sendiri?

Kalau mau nggoreng saham.. mikir dikit napa? Kalau kejadiannya seperti ini … kan kelihatan banget betapa tolol dan jahatnya kelakukan mereka.

Wahai Bursa dan OJK .. hentikanlah penggorengan saham!  Lakukanlah perdagangan yang adil!!!

Heran deh… sudah bertahun-tahun jumlah investor gak meningkat gara-gara kelakukan orang-orang jahat seperti ini… eh.. tetap saja dipertahankan.

Hidup Indonesia!!! Ganyang Penggoreng Saham!!!!!

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

trading investasi saham Indonesia pemula mahir pakar pasar modal bursa efek

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.