#Kisruh #Taksi : Ketika Jaring Pengaman Sosial Disediakan Oleh Swasta…*

0 15

Selamat pagi…

Dua tahun terakhir… semenjak Jokowi menerima transfer kekuasaan dari SBY… emang kita dikasi ekonomi yang bagus? emang kondisi ekonomi global juga bagus?  Enggak juga kan??

Jokowi menerima estafet kepemerintahan dari SBY ketika The Fed akan menaikkan suku bunga.  Ketika itu.. pemodal asing sedang giat-giatnya menarik duit dari emerging market.  Rupiah menjadi goyah… pertumbuhan ekonomi kita bermasalah.  Dengan kondisi seperti itu… Jokowi masih harus menghadapi ketaikan (baca: ketololan) dari Tim Ekonominya dalam menangani masalah harga BBM Subsidi.  Harga BBM dinaikkan ketika harga minyak sedang turun.  Inflasi kacau.  Ketika harga BBM diturunkan.. harga barang-barang tidak mau ikut turun.  Apa tidak ditaikin oleh Tim Ekonomi itu Jokowinya?



Lihat saja gambar pertumbuhan ekonomi dibawah ini.

160323 Pertumbuhan Ekonomi

Ketika Jokowi sedang berusaha memperoleh kepercayaan dari rakyat… eh.. harga BBM dinaikkan secara gila-gilaan.  Kepercayaan masyarakat goyah… haters berpesta pora… ekonomi jadi kacau balau.

Hasilnya juga sudah jelas: pengangguran meraja lela.  Sampai sekarang… usaha untuk mengerem pertumbuhan pengangguran… masih dilakukan.  Berhasil? sepertinya belum.  Pemerintah terlihat maasih berusaha keras untuk mengurangi angka pengangguran.



160323 Pengangguran

Untungnya.. setelah itu.. Pucuk pimpinan dari Tim Ekonomi kemudian diganti.  Setelah digantikan oleh Pak Darmin, banyak paket kebijakan ekonomi yang dihasilkan oleh Pemerintah.  Pemerintah terlihat berusaha untuk membuat pertumbuhan ekonomi rebound… memperbaiki keadaan.  Tapi tetap saja… pengangguran tetap tinggi.  Apa yang bisa menyelamatkan keadaan?

Saat itu… datanglah penyedia aplikasi transportasi online.  Aplikasi online ini.. menyerap tenaga kerja secara masif.  Sebut saja Gojek, Grab, Uber… dll.  Itu yang asing.  Masih banyak yang lain seperti Bluejek, dll.  Ini bukan fenomena lokal Jakarta loh! Teman saya ada yang bikin aplikasi semacam Gojek untuk Betor (becak motor) di Medan.  Ini adalah fenomena nasional.. dimana aplikasi ini.. kemudian menjadi ‘jaring pengaman sosial’ bagi masyarakat.  Masyarakat yang kehilangan pekerjaan… kemudian mencoba beralih menjadi ‘partner’ dari penyedia aplikasi online ini.

Bagaimana tanggapan dari konsumen? Jelas bahagia lah.  Kalau Anda mau contoh riilnya… anda lihat website saya ini deh.  Anda bisa lihat kalau istri saya belakangan mencoba bisnis menjual bebek frozen secara online.  Moda transportasi seperti Gojek ini.. membuat bisnis istri saya menjadi berkembang.  Kalau tidak ada Gojek… mana bisa kita bisa berhubungan langsung dengan konsumen??? Tanpa Gojek … mana bisa kita ada penjualan?

Akan tetapi… aplikasi transportasi online ini .. kemudian menjadi bermasalah ketika berbenturan dengan moda transportasi yang sudah teregulasi dengan baik.  Beda dengan Gojek yang pesaingnya hanya Opang (ojek pangkalan) yang isinya hanya preman… Grab Car bersaing langsung dengan taksi umum yang didukung oleh pemodal besar.  Sebut saja Blue Bird… Taxi Express… dll.  Modal mereka bukanlah kecil.  Mereka juga perusahaan tercatat dipasar modal… yang sudah meraup ratusan miliar bahkan trilyunan dana publik.  Jelas mereka bukan lawan yang ringan.

Pertanyaannya begini: Mana yang harus kita bela? Pengusaha Taksi? atau Penyedia Angkutan Online?

Eh.. bentar… nanti kita sambung ke bagian kedua deh.  Ini market mau closing sore… saya lihat closing market sore dulu ya…

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.