Trading Reksadana Saham…*

0 170

Selamat pagi…

Trading reksadana adalah melakukan beli jual reksadana dengan harapan untuk memperoleh keuntungan jangka pendek.

Mengapa kita trading reksadana?



Ada dua alasan:

Pertama: kalau market sedang flat dalam waktu yang cukup lama seperti 2012-2016 ini… strategi buy and hold model invest membuat anda tidak berasa untung. Padahal jarak high low IHSG bisa selisih 15-20 persen.  Deposito juga cuman 6 – 7 persen.  Dengan Trading Reksadana setidaknya kita berharap bisa mengalahkan return dari deposito tersebut, daripada didiemin gak dapet apa-apa.

Kedua: kalau reksadana kita tradingin, likuiditas market juga lebih baik. Trading saham kita juga lebih ada ruang untuk cari untung.  Pihak agen penjual juga sebenarnya juga lebih untung karena mereka juga mendapatkan fee.  Kasih makan industrinya kek… masa cuan dimakan sendiri saja. Hehehe.

Ketiga: kondisi juga sudah memungkinkan karena sekarang kita sudah bisa beli jual reksadana secara online.



Resiko Trading Reksadana:

Pertama: kalau posisi anda salah… bete itu pasti.  Rugi? Bisa.  Tapi lebih ke arah ‘opportunity loss’ sebenarnya.

Kedua: fund manager bisa ngamuk karena mengelola dananya lebih sulit.  Eh… tapi mereka kan sudah dibayar untuk itu. Emang mereka boleh complain?

Ketiga: anda harus keluar fee besar karena untuk subscribe dan redeem reksadana, fee bisa mencapai 2 persen.  Eh.. tapi jangan salah: beberapa reksadana feenya hanya sekitar 0,5 persen.. beberapa malah ada yang feenya gratis.  Untuk Trading Reksadana kita cari yang feenya murah lah…

Oke….

Trading reksadana bisa dilakukan pada reksadana saham atau reksadana campuran, yang memiliki beta di kisaran 0,9 – 1,3.  Cara untuk memperoleh beta bisa dilakukan seperti yang ada pada link berikut ini.  Sebaiknya… jangan melakukan trading reksadana pada reksadana yang tidak ditemui betanya pada link tersebut.  Jangan trading reksadana pada reksadana yang feenya ketinggian juga.

Untuk trading reksadana, sebaiknya dilakukan pada penjual reksadana yang sudah bisa melakukan transaksi secara online.  Melakukan trading reksadana juga bisa dilakukan pada agen penjual reksadana yang offline. Cuman… ribetnya itu loh… saya gak tahan.

Penjual reksadana online itu pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua: agen penjual reksadana non-bank (seperti Supermarket Reksadana, Bareksa, dll), dan agen penjualan reksadana yang bank (sepeti Bank Mandiri atau Commonwealth).  Saya menggunakan yang bank karena menurut saya lebih terpercaya.  Saya menggunakan Commonwealth Bank karena Mandiri.. meski sejak Januari kemarin sudah launching beli jual reksadana secara online.. tapi sampai sekarang belum terlihat pada situsnya.

Langkah-langkah trading reksadana adalah sebagai berikut:

1.  Anda harus buka akun di agen penjual reksadana.
2.  Beberapa agen memerlukan anda untuk ‘pernah beli’ reksadana yang anda akan tradingkan.  Beli saja secukupnya.
3. Cari reksadana yang anda minati untuk trading.  Biasanya anda hanya perlu lihat nama reksadana itu di koran.   Daftar reksadana ini juga anda bisa minta pada agen penjual. 
4.  Perhatikan beta dari reksadana saham.  Make sure anda trading pada reksadana dengan beta pada kisaran 0,9 – 1,3.
5.  Make sure reksadana yang ingin anda tradingin ada di agen penjual. Kalau gak ada… gimana caranya coba? Hehehe.
6.  Perhatikan fee untuk subscribe (beli) atau redeem (jual) reksadana.  Jangan trading pada reksadana yang feenya ketinggian. Berat di ongkos.
7. Lakukan trading berdasarkan outlook jangka menengah. Lihat arah trend jangka menengah dari IHSG.  Untuk outlook jangka menengah, anda bisa lakukan prediksi sendiri, atau anda bisa mencontek prediksi dari trend jangka menengah yang ada di www.rencanatrading.com ini.
8.  Trading sebaiknya dilakukan jika potensi perakan IHSG minimal sebesar 5 persen. Dengan fee hingga 2 persen, trading reksadana sebenarnya hanya feasible jika kita melakukannya dengan potensi kenaikan atau penurunan sebesar 10 persen.  Itu sebabnya: Trading Reksadana sebaiknya dilakukan jika anda melihat adanya price pattern teknikal pada IHSG.
9.  Trading reksadana berarti kita harus paham falsafah trading: beli ketika mau naik, jual ketika mau turun.  Kita juga harus tahu apa arti DISIPLIN dalam trading.

So…. Reksadana itu pada dasarnya adalah instrumen investasi.  Posisi yang harus diambil, sebaiknya memang hanya buy and hold.  Akan tetapi… kadang kala… kalau potensi koreksi IHSG lebih dari 10 persen… rasanya tolol kalau kita tetap buy and hold.  Mendingan kita ayun posisi (redeem kemudian nanti subscribe lagi ketika harga lebih rendah).  Kalau duit kita besar, selisihnya bisa beberapa smartphone Apple yang paling baru. Gitu kan?

Apa untungnya buat Pak Tommy sih kalau kita semua Trading Reksadana?

Well… yang pertama: marketnya lebih rame… lebih volatile. Potensi untuk cuan dari trading saham menjadi lebih bagus.  Yang kedua (dan yang paling utama) adalah bahwa orang yang sudah cuan trading reksadana… biasanya akan lebih mudah dipengaruhi untuk trading saham. Hehehe.  Ujung-ujungnya memang karena saya orang sekuritas sebenarnya.

Apa kerugiannya?

Well… kalau trading reksadana ini menjadi trend yang banyak dilakukan orang… kerja fund manager akan menjadi lebih sulit.  Tapi gini loh: mereka kan ngecharge (mengenakan biaya) pada anda sebesar 1 – 2 persen untuk management fee. Suruh mereka kerja dong! Masa makan gaji buta doang? Hehehe. Lagian… mereka juga dapet subscribe dan redemption fee. Kalau mereka komplain… biasanya karena mereka gak bagus sebenarnya.  Anda mau naruh duit ditangan orang yang gak bagus?

Sementara ini dulu deh.  Nanti saya tambah lagi pada lain kesempatan.

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli (subscribe) atau jual (redeem) pada instrumen reksadana setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih

trading investasi saham Indonesia pemula mahir pakar pasar modal bursa efek

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.