Ketika Anda Tidak Trading Dari Pangkuan Saya…*

185

Selamat pagi…

Belakangan… fenomena grup saham lewat aplikasi smartphone kian menjamur.  Entah itu Whatsap, Telegram, Line, Blackberry, atau apa.  Banyak aplikasi yang bisa digunakan.  Gak usah nunjuk orang lain deh.  Kelompok Belajar Analisis Teknikal yang saya bentuk saja, juga menggunakan fasilitas Telegram sebagai sarana bagi kita untuk bertemu.  Harap maklum: dengan fasilitas itu, pesertanya bisa saling berdiksusi, bertukar grafik, gambar, rekomendasi, research report, dan lain sebagainya.

Apakah keuntungannya? Ya kalau anda untung, jelas lah keuntungannya.  Akan tetapi, seperti biasa … saya kan selalu menekankan… eh.. resiko… resiko… resiko.  Anda harus memahami apa resiko untuk bergabung dengan kelompok rekomendasi saham seperti itu:

  •  Yang menelan kerugian itu… sebenarnya hanya anda sendiri.

Ketika trading… yang kita cari itu adalah untung. Ketika berusaha untuk untung… kita akan berusaha memanfaatkan semua informasi, termasuk yang ada dalam sarana komunikasi tersebut.  Iya kalau untung? Kalau rugi?  Anda harus selalu sadar bahwa yang menanggung kerugian anda, itu hanya anda sendiri.  Orang lain tidak menanggung kerugian yang anda alami.  Anda juga tidak mungkin menuntut ganti rugi kepada orang lain atas kerugian yang anda alami.

  • Resiko kelebihan informasi

Chatroom itu isinya banyak orang.  Whatsap mungkin hanya 256 orang.  Telegram katanya bisa sampai 5000 orang. Ketika setiap orang yang ada disitu berusaha ‘berbaik hati’ memberikan informasi, anda akan mengalami ‘kelebihan informasi’.  Jika kondisi ini terjadi dan anda tidak bisa mengatasinya, tidak bisa melakukan penyaringan informasi, maka anda akan mengalami kesulitan yang sangat besar.  Biasanya sih.. setidaknya.. berupa portfolio yang seperti supermarket, yang nyangkut semua.  Kacau.  Anda harus bisa menyaring informasi yang anda butuhkan.

  • Chatroom seperti itu, isinya banyak orang dengan preferensi resiko yang berbeda, belum tentu sama dengan preferensi resiko anda.

Rekomendasi sahamnya bisa sangat bermacam-macam.  Apalagi kalau sudah musim saham gorengan seperti sekarang.  Hadeeeeeh… Kalau kita gak berhati-hati… bakal cepat kita tergilas oleh ‘lingkungan’ yang ada disitu.  Harap diingat saja: Trader profesional itu, banyak yang memposisikan diri sebagai ‘analis yang selalu benar’ (silakan lihat disini untuk mengetahui bagaimana cara menjadi analis yang selalu benar).  Kalau anda tidak berhati-hati.. anda malah bisa menjadi korban.

  • Anda biasanya tidak disiplin.

Trading itu harus disiplin.  Disiplin itu kunci sukses dari seorang trader.  Tapi… apakah anda sudah bisa disiplin? Hehehe.  Biasanya sih tidak.  Jarang ada trader yang bisa disiplin sejak pertama kali dia belajar melakukan transaksi.  Ini menjadi resiko ketika anda bergabung dengan sebuah komunitas.  Disitu… banyak trader-trader profesional yang disiplin.  Ketika mereka memberikan rekomendasi beli, mereka (mungkin) beli (atau bahkan sudah beli sebelum menyebar rekomendasi).  Tapi .. ketika mereka jual.. terutama ketika mereka cut loss… apakah mereka bilang? Belum tentu lah.  Biasanya belum tentu.  Disitu kemudian muncul adanya resiko: resiko ketika anda tidak disiplin.  Anda bisa saja rugi, atau memiliki portfolio segedhe gaban.

Bagaimana solusinya? Bagaimana cara agar kita bisa bergabung tanpa harus ‘terkena dampak negatif’ dari saluran informasi tersebut?

  1.  Gunakan rekomendasi orang lain hanya sebagai pembanding… jangan sebagai sumber informasi anda dalam bertransaksi.
  2. Sadarlah… bahwa anda harus bisa melindungi diri anda sendiri.
  3. Perlindungan terbaik adalah jika anda memiliki kemampuan sendiri untuk memprediksi pergerakan harga.
  4. Perlindungan terbaik adalah ketika anda memiliki trading plan sendiri.  Anda harus bisa mendesain level harga beli, level harga take profit, dan level harga untuk jual.

Jika tidak?

160415 Carl-Richards-Sketch-Greed-Buy-Fear-Sell-Repeat-Until-Broke

Kalau anda mau trading berdasarkan saran dari orang lain, itu hanya bisa berhasil kalau anda trading di pangkuan mereka.  Para trader profesional itu harus ada di sekitar anda untuk membimbing setiap langkah yang harus anda lakukan.  Emang bisa seperti itu?

So… Anda memang harus memiliki kemampuan sendiri untuk memprediksi karena anda trading dengan menggunakan duit anda sendiri.    Anda memang harus memiliki kemampuan sendiri untuk memprediksi karena anda tidak trading di pangkuan para trader profesional yang ada di kelompok-kelompok tersebut, anda tidak berada di pangkuan saya, dan tentu saja… anda tidak berada di pangkuan Saipul Jamil.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.