Market Darling…*

12

Selamat pagi…

Bursa Saham itu… sekumpulan manusia.  Harga saham itu… adalah hasil dari perlaku manusia.  Karena harga saham adalah manusia… maka tidak heran kalau harga saham itu terkadang juga punya rasa suka atau tidak suka.. rasa empati.. atau bahkan rasa sayang.

Kali ini.. saya akan membahas mengenai apa yang disebut sebagai ‘Market Darling’.  Terjemahan bebas bahasa Indonesianya kurang lebih adalah: kesayangan pasar.

Karena harga saham adalah hasil dari perilaku manusia, maka pasar bisa saja merasa suka atau tidak suka dengan sesuatu.

Contoh yang pasar suka adalah saham UNVR misalnya.  Biar Price to Earning Ratio (PER)-nya sudah mencapai lebih dari 50 kali … ditengah pasar dimana rata-rata PER hanya 16 kali – 18 kali … harga saham UNVR tetap saja tidak mau turun.  Pasar tetap saja memburu… pasar tetap saja suka.

Contoh saham yang dibenci oleh pasar… adalah grup Bakrie.  Saham ENRG misalnya.  Biar Price to Book Valuenya (PBV) hanya sebesar 0,26 kali… diapa-apain juga pasar gak mau melirik.  Bukan karena PBV rendah dianggap murah.. tapi karena PBV rendah kemudian dianggap sebagai pasar tidak percaya kepada saham itu.  Itu sebabnya.. harga ENRG tidak mau bergerak naik.

Nah… kesayangan pasar ini.. tentu saja tidak berlaku ‘tetap’ sepanjang waktu.  Tidak berlaku Fixed.  Market darling ini bisa berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu.

Contoh dari perubahan yang tengah kita saksikan sekarang … adalah apa yang terjadi di saham-saham perbankan.

BBRI dalam beberapa tahun terakhir… adalah market darling dari pasar modal kita.  BBRI yang berhasil mendapatkan Net Interest Margin yang tinggi, yang berasal dari kredit mikro dan kredit UKM yang diberikannya… selama periode 2009 – 2016 ini telah ‘lebih disukai’ oleh market, jika dibandingkan dengan saham BMRI dan BBNI… yang lebih fokus pada kredit korporasi.  Kita masih ingat jelas.. bagimana kapitalisasi BBRI bisa melewati kapitaliasi dari BMRI.. bagaimana harga saham BBRI yang dulu ‘selalu stabil dibawah BMRI’, akhirnya bisa melewati harga saham BMRI dan stabil diatasnya.

Pada hari-hari ini… kita merasakan bahwa pelaku pasar mulai ‘lebih menyayangi’ BMRI dibandingkan dengan BBRI.  Harga BMRI lebih mudah untuk rebound, BMRI naik lebih tinggi dibandingkan dengan BBRI, BBRI terus ditekan oleh asing sedangkan BMRI sudah mulai rebound, dll.

Eh.. tapi.. sabar dulu.  Ini semua baru terjadi dalam hitungan hari.  Menjadi darling dari market… biasanya harus berlangsung secara beberapa waktu dulu… minimal.. harga saham BMRI harus bisa naik diatas BBRI dulu… sebelum BMRI kemudian bisa menggantikan peran BBRI sebagai Market Darling.  Akahkah itu terjadi?

Well… setidaknya… jika itu terjadi… nanti kita juga harus mengubah reflek kita.  Kalau selama ini kita reflek bahwa BANK = BBRI … maka kalau market darling nanti sudah berganti.. maka BANK = BMRI.  Akan kah?

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.