Sentimen Negatif dari Doha…*

0 1

Selamat Pagi dari PT. Universal Broker Indonesia, 18 April 2016

Selamat pagi…

Di akhir minggu kemarin, perwakilan dari negara pengekspor besar minyak, termasuk di dalamnya Arab Saudi dan Rusia, bertemu di Doha, Qatar. Pertemuan tersebut rencananya akan membahas mengenai pembatasan produksi minyak, dalam rangka melakukan stabilitas harga. Pertemuan ini mengalami kegagalan setelah Arab Saudi meminta kehadiran Iran dalam pencapaian persetujuan. Kegagalan ini membuat harga minyak WTI pagi ini terkoreksi lebih dari 4 persen dan diperdagangkan dibawah level psikologis US$40. Sentimen negatif dari penurunan harga minyak tersebut, membuat indeks dari bursa di kawasan Asia pagi hari ini mengalami koreksi.

Dalam dua-tiga minggu terakhir, IHSG sebenarnya cenderung menguat dengan didorong oleh rally pada saham-saham komoditas. Dengan kejatuhan dari harga minyak tersebut, tekanan pada IHSG sepertinya bakal semakin bertambah, karena saat ini, IHSG juga sedang mengalami tekanan dari koreksi yang tengah terjadi pada saham-saham sektor perbankan.

Dengan sentimen negatif yang ada, IHSG pada hari ini diperkirakan bakal bergerak terkoreksi pada kisaran 4.757 – 4.839. IHSG saat ini sedang berada dalam trend turun jangka pendek dengan suport kuat sekitar level psikologis 4.800. Jika suport itu gagal bertahan, suport berikutnya pada IHSG diperkirakan berada di kisara 4.730 – 4.760.

Pada perdagangan minggu kemarin, IHSG mengalami tekanan yang hebat sebagai akibat dari tekanan jual pada saham-saham sektor perbankan. Kami masih mengkhawatirkan berlanjutnya tekanan pada sektor ini, karena secara teknikal, potensi koreksi pada saham-saham disektor perbankan tersebut masih terbuka. Untuk melakukan posisi beli pada saham sektor perbankan, sebaiknya pemodal menunggu saham-saham tersebut berhasil menembus resisten, mengalami reversal, atau ketika sudah berada di kisaran suport. Sejauh ini, perkiraan suport kami untuk BBRI berada di kisaran 8.900 – 9.650, BMRI di kisaran 8.400 – 8.800, dan BBNI di kisaran 4.300 – 4.500. Trend turun dari saham-saham tersebut hanya berakhir jika mampu menembus resisten dimana BBRI memiliki resisten pertama di 10.200, BMRI di 9.500, dan BBNI di 4.975.

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.