Melihat Price To Earning Ratio (P/E atau PER): Current atau Estimate ?*

392

Selamat pagi…

(Maaf… ini adalah repost dari tulisan yang pernah saya posting di blog lama saya… rencanatrading.wordpress.com pada tanggal 23 April 2015.  Saya repost disini karena waktu saya cari, ternyata di blog saya ini tulisan tersebut tidak terlihat.  Semoga anda tidak bosan membacanya lagi.)

Kemarin ada rekan yang bertanya kepada saya:

Pak… bagaimana komentar anda tentang P/E dari WIKA? WIKA kan P/Enya sudah diatas 30x… Apakah masih layak untuk dijadikan investasi?

Menjawab pertanyaan seperti itu… saya malah berbalik bertanya pada rekan itu:

Mas.. anda dapet P/E seperti itu dari mana? Itu data Current P/E atau Estimate P/E? Beda banget loh soalnya!

——–

Bagi kita yang ‘males berhitung sendiri’ (seperti anda dan saya), kita biasanya mengandalkan data dari pihak lain. Entah itu dari BEI, Bloomberg, Reuters, RTI, online trading… atau bisa saja sumber-sumber yang lain. Salah satu data yang paling sering digunakan adalah Price to Earning Ratio (P/E atau PER). P/E ini sering digunakan karena kita bisa melihat, apakah harga saham itu sudah mahal atau masih murah, atau bahkan untuk menentukan, saham tersebut masih laik beli atau tidak.

Sekarang.. mari kita lihat data dari saham WIKA yang saya dapet dari aplikasi Bloomberg yang ada HP Adroid.

150422 Fundamental WIKA dari Bloomberg

Disitu teradapat dua buah angka PER: Current P/E Ratio yang angkanya sebesar 35,6 dan Estimate P/E yang angkanya sebesar 28,3.

Current P/E Ratio adalah angka P/E yang dihitung dengan menggunakan Earning Per Share (EPS) terakhir atau EPS dari tahun kemarin.  Angka ini biasanya dipake oleh orang yang hanya mengandalkan data mentah.. karena kedua data, berasal dari data yang sudah tersedia.  Harga kan tinggal lihat harga terakhir.  EPS tinggal lihat EPS tahun kemarin.

Estimate P/E Ratio adalah angka P/E yang dihitung dengan menggunakan Estimate EPS atau EPS perkiraan.  Kalau di report yang ada di perusahaan sekuritas, EPS perkiraan ini adalah hasil perkiraan dari analis.  Tapi.. kalau yang di Bloomberg seperti ini.. Est. EPS ini berarti EPS konsensus atau EPS yang didapat dari rata-rata pendapat dari analis yang mereka tanyai.

Bedanya bagaimana? Emang Beda ya?

Misal niy… anda adalah orang yang berpendapat bahwa Harga saham.. kalau P/E 30 itu sudah mahal… berarti harus dijual.

Kalau melihat dari data WIKA diatas:

  • Kalau anda menggunakan Current P/E .. anda akan langsung melakukan posisi jual karena WIKA sudah kemahalan sekitar Rp 500.  Angka tepatnya adalah (35,6 – 30) x 100,2 = 561,1.
  • Kalau anda menggunakan Estimate P/E … anda masih akan berada dalam posisi hold karena harga WIKA masih memiliki potensi kenaikan sekitar Rp 200.  Angka tepatnya adalah (30 – 28,3) x 125,9 = 214,0.

Beda banget kan?

Mana yang lebih baik?

Sekarang begini:

  • Curent P/E itu… berarti anda mencoba untuk melihat keadaan, dengan menggunakan harga saat ini, yang dibagi dengan EPS masa lalu.
  • Estimate P/E itu.. berarti anda mencoba untuk melihat keadaan, dengan menggunakan harga saat ini, yang dibagi dengan EPS masa depan.

Menurut anda… apakah harga saat ini melulu hanya faktor masa lalu? Kalau menurut saya sih..

…pada harga saat ini, itu juga terdapat harapan akan kondisi di masa yang akan datang.  Itu sebabnya..  P/E Estimate terlihat lebih realistis (mewakili kondisi sebenarnya) jika dibandingkan dengan Current P/E.

Itu sebabnya.. saya menyarankan menggunakan Estimate P/E.

Selain itu… ada faktor yang lain sebenarnya:

Penggerak pasar.. itu lebih pada para fund manager.  Para Fund Manager ini.. mereka lebih menggunakan P/E Estimate dibandingkan dengan Current P/E.

Jadi… anda masih pake Current P/E ???

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

You might also like More from author

2 Comments

  1. Chandra says

    Kalau saya bandingkan EPS data bloomberg dengan yang lain misal data dari indo premier hasilnya beda:
    https://www.ipotnews.com/index.php?level2=marketdata&menu=stockdetilmenu&frmStockCode=wika

    Di ipot estimated EPS nya 47 (EPS maret 11.75 dikali 4). EPS konsensus dari bloomberg menghitunganya bagaimana pak, kalau kuartal 1 epsnya 11.75 kok bisa EPS estimate nya bloomberg 125?

    Saya kok kurang yakin bloomberg menanyai analis satu persatu untuk 500 an saham secara berkala.

    Terima kasih.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bung Chandra…

      Ada banyak metode untuk mencari perkiraan EPS. Kalau mau murah… ya dengan cara EPS kuartalan terus di setahunkan (karena ini baru kuartal pertama, berarti angka 1Q2016 terus dikali 4) seperti punya IPOT. Kalau yang ada di Bloomberg… itu bukan cuman dihitung matematika. Itu memang dari research report dari para analis, yang hasilnya mereka hitung rata-ratanya.

      Mengenai kualitasnya… anda bandingkan deh lebih masuk akal mana. Kalau angka anda WIKA tadi… kan estimasi EPS WIKA di 47 … harga sekarang di 2200 berarti WIKA diperdagangkan pada PER 48 kali. Padahal.. kalau kita lihat di Bloomberg, estimasi konsensus WIKA adalah sebesar Rp 125. Berarti di harga 2200 ini, WIKA diperdagangkan pada PER 17,6. Bagus mana kualitasnya coba? Mana yang lebih masuk akal untuk digunakan dalam pengambilan keputusan?

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.