Sst… Jangan gunakan P/E Ratio untuk Semua Emiten!!!*

0 63

Selamat pagi…

Stt… jangan bilang-bilang siapa-siapa kalau saya sok ngerti fundamental ya? Saya memang tidak mengerti analisis fundamental.  Ini saya sekedar sharing karena saya menemukan sebuah bacaan yang menarik.

Saya memang sudah lama dikasih tahu orang kalau untuk bilang suatu saham murah atau tidak, kita tidak selamanya menggunakan Price to Earning Ratio (sering disingkat sebagai P/E Ratio atau PER).



Secara umum… kita memang tidak bisa menggunakan P/E Ratio untuk menentukan murah atau mahal dari semua saham yang kita lihat.   Menurut Aswath Darmodaran (Ente googling deh ini orang siape… kalau sampai gak kenal.. mendingan jangan maen saham deh… hehehe), penggunakan multiple (persamaan) untuk menentukan nilai dari sebuah saham, itu memang berbeda-beda tergantung sektor dari saham tersebut.  Lebih jauh dalam tulisannya yang lain, Darmodaran menyampaikan bahwa untuk saat ini, valuasi yang sering digunakan menurut sektornya adalah sebagai berikut:

160515 Valuasi Sesuai Sektor

Apa itu PER, PEG, P/CF, PBV dll? Anda coba googling sendiri dulu ya.  Saya mungkin baru akan membahas pada kesempatan yang lain.

Saya hanya ingin menyampaikan poin seperti ini:



  • P/E Ratio… itu memang bisa digunakan untuk sebagian besar emiten.
  • Akan tetapi, untuk beberapa industri yang spesifik, diperlukan alat ukur yang lain lagi untuk menentukan saham itu sudah mahal atau masih murah dibandingkan dengan saham-saham yang sejenis (berada dalam industri yang kurang lebih sama dengan emiten itu.
  • Misal.. untuk Bank… kita harus menggunakan Price to Book Value (PBV).  Untuk retail, kita harus menggunakan Price/Sales (PS), untuk Infrastruktur… kita harus menggunakan Value/EBITDA (CMIIW apakah ini beda dengan EV/EBITDA … kalau dilihat pada bahasan disini siy… sepertinya sih sama.. tapi saya gak yakin).

Bagi anda yang membutuhkan bahan bacaan tambahan, silakan anda melihat bacaan dari sumber yang lain.

  • Dari BlueBook Academy (saya gak tau ini siapa… tapi setelah saya google, bacaan di slide tersebut menarik juga).
  • Dari Valuation Academy (saya juga gak tau ini website siapa… tapi dia mencantumkan range yang lebih lebar untuk valuation multiple pada sektor yang lain).

So… kalau melihat sebuah saham itu murah atau mahal.. jangan asal tabrak dari sisi P/E Ratio doang.  Lihat sektornya geh… karena setiap sektor memiliki valuation multiple yang berbeda.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer On

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.