Mencoba berkata ‘tidak’ pada saham sektor perbankan…*

11 68

Selamat pagi…

Mau tak mau… suka ndak suka … saya tidak bisa memungkiri bahwa saya adalah orang beragama Islam yang sedang berdagang di Pasar Modal Indonesia.  Saya sengaja tidak mau bilang ‘berinvestasi’ karena trading dan investasi itu memang beda.  Saya adalah seorang yang beragama Islam, yang menjadi trader di Pasar Modal Indonesia.

Pertama… please jangan debat saya mengenai apakah ‘trading’ saham itu halal atau haram.. boleh atau tidak boleh.  Saya sudah meminta nasehat (kalau gak mau dibilang ‘berdebat’) panjang lebar dengan para guru saya, orang yang ilmu agamanya jauh lebih mumpuni daripada saya dan anda, mengenai masalah halal/haram dan boleh/tidak boleh ini.  Sejauh ini… kesimpulan saya: itu tidak dilarang… meski saya tetap harus mawas diri untuk tidak jatuh dalam jurang spekulasi.  Trading dan spekulasi itu selisihnya cuman sedikit…hanya masalah ‘hati’ atau ‘niat’, serta masalah ‘dengan/tanpa prediksi’.  Kalau kita dari dalam hati sudah niatnya spekulasi (baca: judi) dan tanpa dilandasi oleh prediksi yang benar… itu berarti transaksi saham kita sudah haram.  Tapi jika tidak… berarti semua masih dalam batasan ‘boleh’.  Coba deh buka Al Qur’an.  Cari kata-kata : kamu tidak boleh trading saham.  Gak ada kan? Berarti kita masih boleh melakukan penalaran.



Kedua… di awal bulan puasa ini… hati saya sedikit terketuk.  Saya itu kan analis perusahaan sekuritas (yang kebetulan juga trading).  Artinya…. saya harus mau memberikan komentar pada semua saham… entah itu saham syariah atau bukan.  Dari situ… berarti saya juga trading saham-saham perbankan.

Eh… tapi… jangan salah.  Sebagai seorang trader yang ‘punya mau’ … saya juga ‘tukang diet saham’.  Diet saham ini berarti: saya suka menghindari saham-saham tertentu yang saya anggap tidak sesuai dengan hati nurani saya.  Kalau anda melihat secara umum… saya memang anti saham gorengan.  Akan tetapi.. secara khusus:

  • Saya sudah tidak memberikan rekomendasi (kecuali kalau dipaksa didepan televisi nasional) untuk saham Lippo dan Tjokro sejak tahun 2000 – 2002.  Ini juga berarti saya tidak trading saham-saham itu.
  • Saya sudah tidak memberikan rekomendasi dan trading saham-saham Bakrie… kira-kira mulai tahun 2009 – 2010.
  • Saya tidak trading saham rokok (karena saya anggap haram) mulai tahun 2012.


Nah… mulai bulan puasa ini… mulai hari Senin kemarin… saya mulai mencoba diet yang baru:

saya mencoba untuk tidak trading saham perbankan

Hm… hehehe… susah kan? Gila aja.  Anda kan tau saya trader yang tetap pake IHSG sebagai patokan.  Tidak trading saham perbankan… berarti saya harus menghindari saham-saham penggerak utama IHSG seperti BBRI, BBNI, BBCA, BMRI, dll, dsb.  Ini sangat sulit… terutama karena saham-saham tersebut adalah ‘permainan utama saya sejak saya trading saham 5 tahun terakhir!  Lha terus saya trading apa??? Hehehe…

Akan tetapi… saya juga merasa… nanti … bila masanya tiba… saya juga akan lebih fokus untuk menjual pasar modal syariah.  Tidak sekarang mungkin… karena Universal Broker Indonesia terlihat belum terlalu menganggap hal itu penting.  Tapi nanti.  Nanti kapan? Saya tidak tahu.  Tapi … nanti… saya mungkin akan lebih perduli dan fokus terhadap pasar modal syariah.  Pada suatu hari nanti.

So… kedepan… mungkin anda harus kecewa karena saya tidak akan bilang lagi ‘saya beli BBRI niy.. 100 lot…’  atau ‘saya beli BBNI niy… 250 lot’.  Gimana anda tidak kecewa? Saya saja gatal karena kedepan ini… sepertinya rally akan pindah dari saham komoditas ke saham perbankan kok… gimana saya tidak kecewa.  Akan tetapi.. saya sadar bahwa itu semua adalah pilihan hidup… seperti pilihan ketika memilih Jokowi menjadi Presiden … dan lain sebagainya.

Lucu ya : ketika diluar sana ada orang Islam yang menjadi syariah haters (mungkin dia merasa lebih aman simpan duit dibawah bantal atau menjadi ekonomi komunis sekalian), saya malah memutuskan untuk menghindari saham-saham perbankan.  Sebuah pilihan yang boleh dikatan ‘lebih syariah’.  Tapi itu semua pilihan dalam hidup.

Lucu juga : saham yang pertama saya beli adalah BBNI di tahun 2002.  Transaksi saya terakhir untuk saham perbankan juga adalah saham BBNI di hari Senin kemarin.  Semoga ini menjadi transaksi saham perbankan yang terakhir selama hidup saya… khususnya untuk portfolio saya sendiri.  Untuk portfolio orang lain? Hehehe.. sampai hari ini.. saya belum pegang portfolio orang lain.  Gak tau kalau nanti ada yang mau memberi kepercayaan.

Ya Alloh… tunjukkanlah aku jalan yang lurus…

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer On

You might also like More from author

11 Comments

  1. Gunawan says

    semoga semakin barokah tradingnya pa.

    Setiap hari saya mengikuti tulisan-tulisan bapak. terimakasih atas sharing ilmunya

  2. Bawuk Puji Santosa says

    Kalau sudah rejeki, nggak akan ke mana Pak Tomi. Semoga barokah.

  3. Edna says

    Sejak event Gebyar Pasar Modal Syariah April kemarin, saya juga berusaha ngga nyentuh saham bank, Mas Tommy.
    Padahal dulu paling favorit BBRI dan BBNI.
    Yah, moga bisa lebih berkah ya.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Bu Edna…

      Iya bu… semoga bisa lebih barokah. Ini saya juga dapet lebih banyak dari PTBA dan ADRO kok… hehehe.

      Wassalam,
      Satrio

  4. Andhika says

    Saya baru pertama mampir disini..ternyata ada blogger spesialisasi saham…
    Salam kenal Pak

  5. Indonesia Banking School says

    Terima kasih atas info tentang : Mencoba berkata ‘tidak’ pada saham sektor perbankan….
    semoga selalu up to date dan sukses terus.

Leave A Reply

Your email address will not be published.