Penurunan BI Rate dan Pelonggaran LTV oleh @Bank_Indonesia : Very Brave? or Very Stupid?*

47

Selamat pagi…

Seharusnya… saya komentar perkara ini minggu lalu.  Karena ini adalah langkah yang dilakukan oleh Bank Indonesia minggu lalu.

Terkait dengan penurunan BI Rate… sebenarnya saya kaget.  Saya kaget karena indikator ini ternyata ‘masih dipake’.  Seingat saya… dua bulan lalu, Bank Indonesia sudah mengubah benchmark suku bunga menjadi Repo Rate 7 hari.  Bulan lalu, ketika BI memiliki kesempatan untuk menurunkan BI Rate karena The Fed tidak menaikkan suku bunga, BI tidak menurunkan BI Rate.  Ketika itu.. saya berpikir: oh… berarti ini BI Rate memang sudah tidak kepake.  Jadi gak perlu diturunkan.  Eh… lha kok kemarin diturunkan.  Jelas saya kaget.

Saya juga kaget karena penurunan BI Rate tersebut dibarengi dengan pengendoran LTV (loan to value), yang berarti BI mempermudah orang mengambil KPR.

(sorry… saya juga bingung ini… LTV itu sebenarnya domain BI atau OJK ya? Bukannya yang begini ini harusnya urusan OJK karena menyangkut perbankan? Kenapa BI yang menentukan? Lantas… anggaran OJK yang minta ampun besarnya dan bebannya ke industri keuangan itu gunanya apa?)

Sekarang begini: tanggal 23 Juni nanti.. akan ada referendum Brexit.  Apapun hasilnya… kalau pasar kemudian memberikan sentimen negatif… apakah bagus kalau saat itu likuditas sedang banyak dengan adanya langkah BI ini?

Hehehe…

Saya tahu bahwa untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, langkah BI minggu lalu memang harus dilakukan.

Akan tetapi… apapun hasil Brexit dan kemudian pasar beraksi negatif.. ekonomi kita harus menghadapi dengan likuiditas yang sedang banyak!!! Hehehe…..

So… langkah BI itu… kira-kira.. sangat pintar? atau sangat bodoh?

Sangat pintar karena itu langkah BI itu… (dengan melangkahi wewenang OJK) akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.  Akan tetapi… kalau pasar global kemudian bereaksi negatif terhadap hasil Brexit (apapun juga itu hasilnya) … bagaimana coba?

Saya sih… kalau lihat posisi terakhir IHSG dan harga saham… saya sedang sangat optimis.. sangat bullish.  Tapi… posisi saya sebenarnya adalah posisi trading.  Saya akan sangat disiplin ketika trend naik yang saat ini terjadi, kemudian berbalik menjadi trend turun.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.