Masalah di Kinerja Emiten…*

0 8

Selamat pagi…

Kalau sudah musim laporan keuangan, seperti biasa, saham-saham perbankan akan mengawali sebagai emiten yang secara tradisional mengumumkan kinerja emiten lebih awal. Di akhir minggu lalu, BBCA sudah mengumumkan kinerja 1H2016 di hari Kamis, dan BBNI di hari Jumat (BBNI belum release resmi hanya pernyataan direksi dalam acara Public Expose). Hasilnya ternyata tidak terlalu bagus:

  • EPS 1H2016 BBCA sebesar Rp 388 vs estimasi Rp 395,65, sedikit (hanya 1,9 persen) dibawah estimasi.
  • EPS 1H2016 BBNI sebesar Rp 236,7 vs estimasi Rp 285,28, jauh (17 persen)dibawah ekspektasi.

Kinerja emiten yang tidak bisa dibilang bagus ini, kemudian membebani trend naik yang sedang berlangsung pada IHSG. Pada hari Jumat kemarin, IHSG ditutup dengan signal negatif, dibawah suport pertama di level 5.215. Pemodal asing yang sudah lebih dari dua minggu berada dalam posisi net buy, pada hari Jumat kemarin berbalik menjadi net sell, meski baru dalam jumlah kecil, Rp 188,24 miliar. Kekhawatiran akan kinerja emiten, telah mengakhiri trend naik jangka pendek IHSG yang sudah berlangsung semenjak awal bulan Juli.

Indeks Dow Jones Industrial (DJI) pada hari Jumat kemarin memang mengalami rebound sebesar 53,62 poin (+0,29 persen) sehingga ditutup pada level 18.570,85 sebagai respon atas kinerja emiten yang dipublikasikan pada hari Jumat. Kenaikan tersebut belum merupakan signal positif, belum mengakhiri trend turun yang muncul akibat koreksi pada hari Kamis, karena masih belum bisa ditutup diatas resisten pertama di level 18.590.

Dengan sentimen yang cenderung negatif, IHSG di awal minggu ini diperkirakan masih akan bergerak bervariasi pada kisaran 5.179 – 5.215. IHSG saat ini berada dalam trend turun jangka pendek. Hanya penutupan diatas resisten 5.215 yang akan mengakhiri trend turun yang sedang berlangsung. Disisi lain, jika suport di 5.179 gagal bertahan, IHSG bakal membuka potensi koreksi hingga suport berikutnya di level 5.120 atau setidaknya hingga kisaran suport 5.080 – 5.135.

Setelah mengalami rally panjang setelah libur Lebaran kemarin, kinerja emiten perbankan (dalam hal ini BBCA dan BBNI) kemarin yang tidak terlalu bagus, memang membuat pelaku pasar sedikit waspada, terutama dengan BMRI dan BBRI bakal mempublikasikan kinerja dalam beberapa hari kedepan. Pelaku pasar sepertinya masih akan melihat apakah kinerja perbankan ini tidak akan menghalangi rally yang tengah berlangsung. Dengan trend jangka pendek IHSG sudah berubah menjadi trend turun, pemodal sebaiknya tetap berada dalam mode defensif hingga trend jangka pendek IHSG kembali dalam trend naik, atau setidaknya terlihat berada dalam suport yang kuat. Untuk jangka menengah, kami masih memberikan rekomendasi Buy On Weakness untuk saham-saham sektor perbankan dan pertambangan yang masih berada dalam trend naik untuk jangka menengah. Pelaku pasar juga bisa melakukan positioning pada saham dari sektor-sektor yang mendapatkan sentimen positif dari issue tax amnesti, seperti saham sektor konstruksi dan properti. Pemodal sebaiknya mengurangi minat pada saham-saham kelompok Astra mengingat hingga 1Q2016 kemarin, saham-saham kelompok ini cenderung mencatatkan kinerja yang buruk.

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.