Selamat Datang Kembali Ibu Sri Mulyani…*

0 7

Selamat pagi…

Minggu kemarin, saya benar-benar terkaget-kaget.  Di awal minggu, saya kaget dengan kembali masuknya nama Ibu Sri Mulyani sebagai kandidat dari Menteri Keuangan.  Secara, sudah beberapa kali beliau menolak tawaran dari Presiden Jokowi untuk posisi ini.  Secara, masa jabatan Ibu Sri Mulyani di Bank Dunia sebagai Managing Director juga terlihat masih panjang.  Secara, melihat program Tax Amnesti yang belakangan sedang memasuki masa pelaksanaan, sudah terlihat sedemikian matang sehingga nggak kebayang rasanya kalau kapal yang baru saja berangkat, tiba-tiba diganti nahkodanya.  Akan tetapi, ketika akhirnya diumumkan bahwa Ibu Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan menggantikan Bapak Bambang Brojonegoro, baru saya tersadar: eh… Menteri Keuangannya sudah jadi Ibu Sri Mulyani.

Kekagetan ini, membuat saya sempat kehilangan perspektif di pertengahan minggu kemarin.  Dengan kinerja emiten yang masih cenderung buruk, saya pikir, IHSG pasti masih akan bergerak turun, market akan cenderung konsolidasi, karena bursa regional, juga cenderung bergerak turun.  IHSG juga sedang berada di resisten kuat.  Eh.. ternyata.. IHSG menguat, Rupiah menguat.  Sri Mulyani Effect memang luar biasa.

Kembalinya Sri Mulyani kembalinya kepercayaan

Kembalinya Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan ini, ibarat mimpi di siang bolong.  Maklum saja, dengan semua pertumbuhan ekonomi yang belum juga membaik semenjak awal Pemerintahan Jokowi, dengan defisit neraca perdagangan, melesetnya target penerimaan, dengan semua komunikasi yang buruk yang ada pada beberapa tahun terakhir, sebenarnya harapan bahwa Menteri Keuangan harus segera diganti, sebenarnya sudah muncul sudah sekian lama.  Akan tetapi, karena Presiden Jokowi tetap lebih percaya kepada Pak Bambang, dan karena sejauh ini memang tidak ada calon lain menggantikan beliau, ya sudahlah… kita di pasar modal, memang hanya bisa menerima nasib.  Untungnya, ada kambing hitam bernama Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang juga sedang berlangsung lamban.

Padahal, ketika mendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 kemarin, harapan dari pelaku ekonomi, aktifis pasar modal seperti saya ini, sebenarnya sangatlah tinggi.  Dengan visi Jokowi yang lebih mementingkan pembangunan infrastruktur, perbaikan ekonomim, dan berbagai program pengentasan kemiskinan, gambaran mengenai Indonesia yang lebih makmur, dengan pertumbuhan ekonomi yang double digit, sepertinya sudah didepan mata.  Akan tetapi, dengan berbagai kebijakan buruk di awal Pemerintahan, terutama dengan menaikkan harga BBM sedemikian tinggi ketika harga minyak sedang bergerak turun, semua jadi terasa ‘bubar jalan’.  Yang ada tinggal ‘harapan’ bahwa kedepan bakal lebih baik.

Kembalinya Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, seakan menjadi jawaban akan harapan tersebut.  Kembalinya Ibu Sri Mulyani, seakan kembali menyadarkan kita bahwa harapan itu, sebenarnya bisa menjadi kenyataan.  Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, masih bisa untuk dicapai.  Itu karena prestasi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, seperti yang dicatat oleh Wall Street Journal adalah sebagai berikut:

Ms. Sri Mulyani cut public debt to 30% of gross domestic product, nearly doubled foreign direct investment in her first year, raised salaries for civil servants based on performance and boosted economic growth, which hit a high of 6.6% in 2007, and helped steer Indonesia through the global crisis as one of the top emerging markets. Tax revenue grew around 35% in 2008 following a sunset policy on tax delinquency that brought in millions of new taxpayers.

Dilihat dari prestasi tersebut, sepertinya, program Tax Amnesti bakal bisa berlangsung dengan lebih baik.  Investasi diharapkan bisa meningkat dan diperluas dari berbagai negara (tidak hanya dari China seperti yang sudah sebelumnya), dan pertumbuhan ekonomi bisa diharapkan lebih baik.

Kembalinya Sri Mulyani, diharapkan memang merupakan kembalinya kepercayaan.  Kembalinya kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.  Kepercayaan bahwa Jokowi akan mampu membawa Indonesia kepada pertumbuhan ekonomi yang tinggi.  Itu yang membuat IHSG bergerak naik mencapai level 5.300, Itu yang membuat Rupiah terus menguat semenjak pertengahan minggu kemarin.

Kembalinya Sri Mulyani ini, sepertinya juga membuat prediksi bahwa IHSG bisa mencapai 6.000 – 6.500 hingga tahun depan, bisa menjadi realita.  Meski… masih banyak faktor yang harus diperhitungkan, banyak pertanyaan yang masih harus dijawab.

Jokowi ikut Sri Mulyani? Atau Sri Mulyani ikut Jokowi?

Akan tetapi, dengan kembalinya Sri Mulyani, sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.  Pertanyaan ini, adalah pertanyaan yang pertanyaan yang pertama.

Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia.  Visinya memang terlihat sangat jauh kedepan.  Bagaimana beliau melihat pasar sebagai sarana perbaikan ekonomi masyarakat, bagaimana melakukan pembangunan infrastruktur, membangun jalan tol, bendungan, membuat kartu-kartu yang sedemikian banyaknya itu.  Semua dilakukan dengan kerja keras, dan untuk kemaslahatan dan kemakmuran masyarakat luas.  Akan tetapi, saking kedepannya, yang mengikuti itu sering kali malah menjadi bingung.  Terkait dengan infrastruktur saja deh.  Proyek yang dilakukannya sedemikian besar dan banyak.  Hasil nyatanya sangatlah jelas: proyeknya mungkin belum jadi.  Tapi defisit anggaran, terlihat terus membengkak.

Disisi lain, Sri Mulyani terkenal sebagai seorang figur yang prudent dan berani.  Kalau kita mengingat Krisis 2008, kita bisa melihat bagaimana seorang Sri Mulyani bisa bertahan ditengah tekanan dari berbagai pihak.  Memang sangat disayangkan bahwa kemudian muncul kemelut Bank Century.  Akan tetapi, sebagai pelaku di pasar modal, kita bisa melihat bagaimana Sri Mulyani melawan tekanan dari sebuah grup yang sangat besar, yang saat itu menjadi penguasa dari pasar modal, untuk terus melakukan suspensi atas pergerakan harga sahamnya.

Dengan kondisi terakhir dimana defisit anggaran terus membengkak, maka timbul pertanyaan dibenak saya: ini nanti… Sri Mulyani yang akan berusaha untuk memberikan pendapatan pajak dan hutang sebesar-besarnya untuk memenuhi nafsu ekspansif proyek infrastruktur dari Jokowi? ataukah Sri Mulyani yang kemudian bisa biang kepada Jokowi: pak… Proyek infrastrukturnya di rem dulu sedikit… duitnya terbatas loh pak.  Bapak harus mencocokan nafsu Bapak dengan duit yang ada…

Mana yang akan terjadi?

Kalau menurut  hemat saya sih… menurut penerawangan yang hanya berdasarkan pada feeling (hehehe) … Jokowi yang sepertinya bakal mengalah.  Sri Mulyani mungkin bakal bisa memberikan sumber pendanaan bagi proyek infrastruktur yang lebih besar dan lebih murah jika dibandingkan dengan Menteri yang sebelumnya.  Akan tetapi, Jokowi tetap saja harus mengerem ‘nafsu membangun’ yang dimilikinya.  Eh.. tapi ini hanya feeling.  Realitanya seperti apa, saya juga tidak tahu.  Masih merupakan pertanyaan yang besar di kepala saya.

Berapa lama Sri Mulyani bisa bertahan?

Anda lihat pergerakan IHSG minggu lalu? Di pertengahan minggu, kita diramaikan oleh Sri Mulyani Effect.  Sri Mulyani Effect ini adalah kenaikan harga saham dan IHSG sebagai akibat dari spekulasi bahwa Sri Mulyani bakal ditunjuk menjadi Menteri Keuangan, masuk ke Tim Ekonomi Jokowi.  Akan tetapi, di akhir minggu, beberapa saham big caps kemudian dibanting, seakan-akan untuk bilang… bahwa ‘Sri Mulyani Effect’ itu adalah bullshit.  Coba kalau saya Pemeriksa di OJK, atau Pengawas Perdagangan di BEI.  Sudah saya buktikan itu… bahwa saya adalah ngawur!  Hehehe…

Sri Mulyani itu bukannya tanpa musuh.  Keberanian beliau di masa lalu, tentu saja memunculkan rival-rival.  Akan tetapi, rival-rival ini sebenarnya belakangan juga sudah lemah atau sudah dilemahkan.  Meski sepertinya orang dari kelompok rival tersebut tetap saja bakal muncul dalam Pilkada DKI 2017 sebagai calon yang cukup kuat, tapi sepertinya, itu bakal bukan menjadi masalah dari Ibu Sri Mulyani.

Pertanyaan ‘berapa lama Sri Mulyani’ bisa bertahan, sebenarnya sangat ditentukan oleh Presiden Jokowi sendiri.  Lawan terbesar dari Sri Mulyani saat ini, adalah Presiden Jokowi.  Bukan karena Jokowi merasa bahwa Sri Mulyani bakal menjadi pesaing dalam Pilpres 2019.  Akan tetapi karena nafsu ekspansif dari Jokowi itu tadi.  Jokowi yang maunya ‘cepet… cepet… dan cepet’, sepertinya bakal diuji kesabarannya, karena Sri Mulyani bakal menerapkan disiplin anggaran yang ketat.  Seberapa lama Sri Mulyani bisa bertahan? Sepertinya itu sangat tergantung bagaimana Jokowi bisa menahan diri.  Semoga saja Jokowi tidak segera bosan akan disiplin anggaran yang bakal diterapkan oleh Sri Mulyani.

Masih banyak sebenarnya pertanyaan yang lain.   Tapi setidaknya, hingga Minggu sore kemarin, kedua pertanyaan inilah yang terus menari-nari di kepala saya.  Terlepas dari semuanya, saya hanya kepingin mengucapkan:  Selamat Datang Kembali Ibu Sri Mulyani… Selamat Berjuang!  Semoga Alloh SWT meridhoi perjuangan kita semua dalam memperbaiki perekonomian Indonesia, mewujudkan Indonesia yang makmur, dan bermartabat.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.