Jangan Beli Saham Hanya Karena ‘Belum Naik’…*

258

Selamat pagi…

IHSG dalam satu setengah bulan terakhir.. sudah naik banyak banget.  IHSG yang sebelum lebaran masih di level 4800an… sekarng sudah di level 5300an.  IHSG sudah naik lebih dari 10% dalam waktu yang singkat.

Market sedang bullish banget.

Terutama… kalau anda belanja info diluar.  Lihat saja itu.  Orang orang yang teriak ‘IHSG 6000!!! IHSG 6000!!!’ terlihat mulai bertebaran.

Market sedang bullish banget.

Eh… tapi… lihat itu realitanya.  Pagi hari ini.. asing di pasar reguler, terlihat mulai posisi net sell.  Asing yang biasanya net buy minimal Rp 500M per hari… hari ini tidak terlihat batang hidungnya.  Apakah ini pertanda bahwa trend naik terlihat mulai kecapaian?

Dalam kondisi seperti ini… sering kali… ada orang yang bangun kesiangan… terus muncul dengan trading ideas seperti ini:

Eh… beli saham xxxx ini saja! Dibandingkan harga bulan Juli lalu, harga saham ini terlihat belum mengalami kenaikan.  Baru naik sedikit loh.  Padahal.. berita-berita di koran… semua bagus-bagus.  Beli aja saham ini…. nanti dia akan rally belakangan!!!

Satu hal yang saya dapat dari pengalaman saya trading selama bertahun-tahun:

… ketika trend naik pasar hampir berakhir, sudah mangklung-mangklung bergantung di ujung yang paling tinggi… saham yang belum naik, bisa jadi memang adalah saham yang tidak akan pernah naik!!!

Bisa saja… anda beli saham itu, terus saham itu nanti turunnya kecil, padahal saham-saham blue chip yang selumnya naik kenceng… malah turun dalem banget.  Saham seperti itu.. terlihat seperti saham defensif.  Anda posisi nyangkut, tapi tidak dalam.  Bandingkan dengan yang pegang blue chip atau big caps misalnya, bisa turun lebih dari 10% harganya.   Anda merasa sebagai pemenang.

Padahal… nanti ketika market rebound lagi, IHSG mencetak rekor baru.. IHSG naik lebih tinggi lagi… saham-saham big caps sudah naik 20% dari bottomnya.  Saham-saham yang anda pegang itu… tetap saja menjadi saham diam.  Gak naik-naik… lagards… tertinggal.. terbelakang.

Sudahlah…

Trading itu… ‘beli ketika mau naik… jual ketika mau turun’.

Trading itu… tidak harus ‘setiap saat berada di market’ … tidak harus ‘selalu memiliki posisi’

Trading itu… ada kalanya kita mendingan gak ada posisi… ketika trend kemudian berubah menjadi turun.

Trading itu… adalah permainan strategi… bukan hanya sekedar ‘kompor-komporan’

Trading itu… trend following… karena trend adalah teman dari kita semua.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.