Ancaman Emiten Rokok…*

103

Selamat Pagi dari PT. Universal Broker Indonesia, 22 Agustus 2016

Selama pagi…

Di akhir minggu lalu, rumor-rumor tentang rencana Pemerintah untuk menetapkan harga rokok di sekitar Rp 50.000 per bungkus, terlihat semakin kuat. Rumor tersebut menambah beban yang ada pada pergerakan IHSG, yang pada hari Jumat kemarin sebenarnya sudah memberikan signal negatif dengan ditutup dibawah suport pertama di level 5.425 sebagai akibat dari pemodal asing yang terlihat mulai melakukan tekanan jual.

Sentimen dari bursa regional juga terlihat kurang begitu bersahabat setelah koreksi 45,13 poin (-0,24 persen) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) pada pergerakan hari Jumat, telah membuat indeks dari bursa di kawasan Asia pagi hari ini cenderung bergerak flat turun.

IHSG pada hari ini diperkriakan bergerak bervarisi pada kisaran 5.385 – 5.476. Hanya penutupan diatas kisaran resisten 5.450 – 5.476 yang bisa menetralisir signal negatif yang muncul pada perdagangan hari Jumat.

Emiten rokok saat ini memiliki kapitalisasi sekitar 10% – 12% dari IHSG. Jika rumor-rumor negatif mengenai penetapan harga rokok tersebut ternyata benar, sepertinya bisa menjadi tekanan bagi IHSG setidaknya untuk jangka pendek.

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.