#BabakKedua #PilkadaDKI2017 : @AgusYudhoyono adalah pemenangnya…

102

Selamat pagi…

Terus terang, saya agak terlambat dalam mengikuti ‘hype’ dari Pilkada DKI 2017 ini.  Beberapa waktu yang lalu, saya sudah sempat membahas mengenai pemenang dari Babak Pertama Pilkada DKI 2017, babak pendaftaran Gubernur.. yang menurut saya, dimenangkan oleh Prabowo Subianto.

Sekarang… saya akan membahas mengenai Pemenang dari Babak Kedua.  Babak Kedua ini adalah babak yang berisi Pengungkapan Dosa Masa lalu.  Biasakan… setelah ‘muncul’ pada saat babak pendaftaran, biasanya… para suporter kemudian mengukur ‘seberapa baik calon saya, dibandingkan dengan calon yang lain’. Atau.. ‘apa sih kejelekan dari calon yang lain sehingga calon saya bisa menang?’ .. apa sih kejelekan calon lain sehingga pilihan saya calon saya menjadi lebih mantab?

Bagaimana cara menentukan pemenangnya? Mudah saja : cari yang dosanya paling sedikit.  Dari situ, pemilih bisa menentukan pemenangnya, sebagai calon gubernur yang akan mereka pilih.

Mari kita coba lihat… Dosa Masa Lalu yang dilimiliki masing-masing calon gubernur.

Dosa Ahok : Paling Gampang Dicari

Ahok memiliki banyak masalah ketika menjabat sebagai Gubernur DKI, seperti masalah RS. Sumber Waras, masalah penggusuran Masjid Luar Batang, masalah Gusuran Bukit Duri, dan masih banyak lagi.  Sudah gitu… Ahok itu.. mulutnya comel.  Suka ngomong sembarangan.  Gara-gara omongannya itu, banyak orang yang kemudian tersinggung, tersulut rasa marahnya.  Yang paling besar, tentu saja masalah Al Maidah 51 yang saat ini sedang panas-panasnya.  Selain proses hukum sedang berlangsung… FPI sampai demo besar-besaran gitu.

Dosa Anies Baswedan : Banyak lah….

Anies Baswedan itu Menteri yang dipecat.  Mau cari dosa-d0sanya? Jelas mudah.  Beberapa kebijakan seperti larangan doa bersama, dan masih banyak lagi yang lainnya.  Terlebih lagi… Anies Baswedan sempat dicap liberal atau bahkan Syiah oleh sebagian kalangan.  Anies juga merupakan pendukung garis keras dari Jokowi.  Gara-gara dosa itu, Anies terlihat kesulitan mencari pendukung, bahkan diantara pendukung Prabowo dan PKS.

Dosa Agus Yudhoyono : Sangat Sulit Untuk Dicari

Ditengah dunia yang bergelimang dengan dosa… orang yang tidak pernah melakukan apa-apa.. adalah orang yang paling sedikit melakukan dosa.  Itulah yang terjadi pada seorang Agus Yudhoyono.  Mau mengorek dosanya ketika di Angkatan Darat? Jelas tidak mungkin.  Putra pemimpin besar jelas tidak punya dosa.  Mau mencari dosanya ketika menjadi seorang sipil? Mau mencari dosa dia ketika SMA? atau dosa dia yang baru saja beberapa hari menjadi seorang sipil? Jelas tidak ada.

Kasus Al Maidah 51 : Keuntungan terbesar bagi Agus Yudhoyono

Dari sini… sepertinya Agus Yudhoyono adalah pemenang dari Babak Kedua ini.  Tapi.. apakah Agus hanya sekedar menang? Jelas tidak.  Agus menang telak!!!  Mau tahu ceritanya?

Begini…

Anies Baswedan itu keturunan Arab.  Anies Baswedan itu didukung oleh Gerindra dan PKS.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu didukung oleh PDIP.  PDIP itu merupakan simbol dari kekuatan minoritas.  Ada non-muslim, ada Syiah, ada Islam Liberal, dan lain sebagainya.

Masalahnya begini: pendidikan Agama Islam pada pendukung Ahok, boleh dikatakan ‘sangatlah kurang’.  Mereka belum tentu bisa membedakan antara Arab vs Islam, Islam Sunni dengan Syiah, Islam Sunni yang Muhammadiah, NU, Salaf, dan masih banyak lagi aliran yang lain.  Buat mereka.. semua itu sama saja. Buat mereka, semua itu adalah Islam.

Masalah kedua : Ada sebuah fakta menarik dari para pendukung twitter atau buzzer di Pilkada DKI 2017 ini dibandingkan dengan buzzer ketika Pilpres 2014 lalu.  Buzzer yang mendukung Jokowi, sebagian besar memang kemudian menyatakan dukungan kepada Ahok.  Nah.. dukungan Prabowo dan PKS terhadap Anies Baswedan, ternyata tidak membuat buzzer mereka kemudian mendukung Anies.  Sebagian besar ‘buzzer garis keras’ Prabowo dan PKS, seperti @tofalemon, @maspiyungan dan bahkan @jonru malah menyatakan dukungan kepada  Agus Yudhoyono dengan berbagai alasan.

Nah.. sekarang begini.  Anies Baswedan itu Arab dan didukung PKS.  Bagi pendukung Ahok, Anies adalah ‘Islam’.

Let say… ada orang melempar Issue SARA … seperti kasus Al Maidah 51 kemarin.  Mereka yang kemudian merasa dirinya ‘Islam’ akan membela (seperti demo FPI yang saat ini sedang berlangsung).  Menurut anda.. siapa yang akan diserang oleh Buzzer Ahok? Anies? ataukah Agus?  Hehehe…

Menurut saya… Kasus Al Maidah 51 ini.. Ahok memang dirugikan karena pemilih Islam akan berpikir beberapa kali sebelum memilih dia.  Akan tetapi… dilain pihak… Ahok juga diuntungkan karena isu SARA membua pendukung dia menjadi kompak.  Anies jelas paling dirugikan karena potret ‘Islam yang penuh kekerasan’ melekat pada dirinya.  Mana Buni Yani, pengupload video Al Maidah 51, terlihat pernah berfoto dekat dengan Anies pada sebuah kesempatan.  Akan tetapi… yang paling untung jelas Agus Yudhoyono.  Dia gak bergerak, pendukung lawan sudah hantam-hantaman.  Ketika buzzer dia bergerak, buzzer Ahok selalu berpikir bahwa mereka sedang berhadapan dengan buzzer Anies.   Padahal.. siapa coba yang pada awalnya melakukan sharing twitter atas video Ahok ???  Emang Anies punya kekuatan buzzer di twitter gitu?

Kasus Al Maidah 51 ini… memang sudah menjadi kacau balau.  Tapi.. kasus AlMaidah 51 ini memang menunjukkan bahwa Agus Yudhoyono adalah pemenang dari Babak Kedua Pilkada DKI 2017, Babak Pengungkapan Dosa Masa Lalu.  Semakin kacau.. semakin menang.  Keberhasilan ini bukti dari kekuatan Tim Buzzer dari Agus Yudhoyono.

Selamat Mas Agus Yudhoyono.. anda adalah pemenangnya!

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.