Jonan jadi menteri @Jokowi (lagi) : beneran atau cuman badut-badutan saja?

82

Selamat pagi…

Jonan jadi menteri lagi. Menteri ESDM lagi. Posisi menteri yang paling basah, yang sering jadi rebutan semua pihak, terutama kader partai.

Emang… maunya Jokowi itu apa? Ahokers langsung bilang kalau ‘ini kode bahwa Jokowi kepingin minoritas menjadi pemimpin’. Nyinyirer langsung berucap: ‘coba yang lain mau sabar, pasti jadi menteri lagi deh dia…’. Emang… Jokowi setolol itu?

Jokowi itu .. orang yang ‘kerja’. Kerja itu berarti ‘berada di garis depan’. Blusukan itu adalah konsep dimana seorang pemimpin mau bekerja di garis depan.  

Lantas… siapakah itu seorang Jonan?

Masih ingat gambar dibawah ini?

Itu adalah gambar yang sempat viral sebelum pembentukan Kabinet Jokowi jilid I. Gambar diatas adalah gambar Jonan yang Dirut KAI.. Jonan yang Dirut KAI yang gemuk… Jonan yang Dirur KAI yang gemuk yang mengutamakan pelayanan kepada Rakyat Indonesia, sehingga rela tidur di bangku kelas Bisnis.  Eh..gambar ini sebenarnya agak aneh: kok bisa tiduran di Kelas Bisnis seperti ini? Ketanya sepi apa? Katanya pas musim lebaran? Kereta baliknya kali ye? Atau memang gambar yang dibuat untuk pencitraan? Hehehe.  Ah.. itu gak penting… yang penting… gambar ini yang membuat Jokowi tertarik pada Jonan… karena Jonan adalah ‘pemimpin yang mau berada di garis depan’.   

Jokowi kemudian mendapuk Jonan sebagai Menteri.  Ujian demi ujian kemudian menghantam Jonan.  Dari Jatuhnya Air Asia…Lebaran yang tetap macet.. hingga kemarin.. Terminal 3 yang berantakan.  

Jonan yang sampai kurus gitu…ternyata belum bisa memenuhi kemauan Jokowi yang selalu pingin ‘kerja cepat.. kerja beres’.

Jonan kemudian lengser.  Semua orang bilang: oke.. this is the end of Jonan.

Eh… kemarin.. Jokowi kembali menunjuk Jonan kembali menjadi Menteri.  Menteri ESDM lagi! 

Jonan yang sudah pipinya sudah gembil  lagi (padahal baru berapa hari sih lengser jadi Menteri? Hehehe) …didampingi oleh Archandra Tahar sebagai Wakil Menteri.  

Archandra ini figur yang sempat batal jadi Menteri karena masalah kewarganegaraan. Kalau dilihat dari sisi kualitasnya, beliau mungkin sudah sesuai dengan kebutuhan. Jokowi sepertinya memberikan kesempatan pada dia untuk kembali menjadi Menteri karena pada masa jabatan kemarin, beliau belum sempat melihat kinerjanya.

Kementrian ESDM itu kementrian yang sangat vital.  Selain menguasai migas yang tergolong pemasukan yang sangat besar bagi negara, juga mengurusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memasuki harkat hidup orang banyak juga.

Pertanyaannya sekarang adalah: Penunjukam Jonan ini.. beneran? Atau sekedar badut-badutan saja? 

Jonan yang ‘gagal’ ketika di Kemenhub, yang merupakan ‘bidangnya’. Jangan-jangan hanya berfungsi sebagai badut, orang yang ditunjuk sebagai Menteri hanya nantinya akan ‘dilengserkan untuk digantikan dengan wakilnya’.  Dalam skenario ini: Jokowi sebenarnya kepingin mengangkat Arcandra sebagai Menteri … tapi karena Jokowi takut penentangan dari berbagai pihak… Jokowi kemudian menunjuk Jonan.  Nanti kalau Jonan gak mampu, kan Arcandra yang jadi Menteri. Dalam skenario ini.. Jonan adalah badut.

Benarkah Jonan adalah badut? Saya kita kok enggak.  Seperti ulasan saya tadi diparagraf awal: Jokowi suka Jonan karena Jonan adalah pemimpin yang memimpin di garis depan.  Saya kira.. itu adalah alasan utama daripada Jokowi untuk menunjuk Jonan sebagai menteri.

Toh… kalaupun misalnya Jonan adalah badut.. berarti dia memang ‘nothing to lose’ dalam menghadapi berbagai isu utama yang ada di Departemen ESDM. Masalah Mafia BBM, Mafia Migas, Mafia Gas Bumi, Mafia Mineral, dan masih banyak lagi.  

Intinya… Jokowi menempatkan Jonan dengan harapan Jonan bisa menjadi pemimpin di garis depan.

Sanggupkah?

Mari kita tunggu saja kebijakan-kebijakannya.  Mari kita tunggu apakah Jonan mampu memenuhi harapan Rakyat.. harapan Jokowi. Kalau ternyata Jonan hanya memenuhi kehendak mafia.. hanya kalah sana sini dihantam berbagai mafia… ya berarti dia memang badut. Dan ketika Jonan adalah badut.. maka disitu giliran ‘uda’ Arcandra untuk mengemban kewajiban selanjutnya.

Selamat bekerja Bung Jonan… semoga anda memang bukan badut.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo


You might also like More from author

2 Comments

  1. Tony says

    Pagi Pak satrio purnomo, kasih saran aja nih, kenapa ulasannya jadi melebar ke ranah politik dan pilkada, bukan fokus pada market, apalagi hari ini cpo malaysia +4% tentu banyak hal yang lebih menarik dibahas. saya termasuk pembaca setia yang setiap hari mampir loh. Terima Kasih.

    1. Satrio Utomo Purnomo says

      Ketika Pilpres kemarin kan juga Pak… Politik dan Ekonomi itu dua hal yang sulit untuk dipisahkan. Dulu saja.. di kampus kami.. Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi itu sempat satu kampus. Sebelum akhirnya dipisahkan di tahun 1950-an.

      Wassalam,
      Satrio

Leave A Reply

Your email address will not be published.