Fund Manager Berpistol…*

1,376

Selamat pagi…

Saya itu.. sudah berkecimpung di Bursa Saham sejak tahun 1998.   Saya berangkat dari kota Surabaya.  Kota dimana saya dibesarkan.  Tahun 1998 itu.. adalah tahun pertama setelah Krismon 1997.  Ketika itu, kondisi masih krisis, cari kerja susah, BPPN baru tengah mengadakan lelang atas aset-aset yang diperoleh dari perbankan.  Suasananya memang gak enak.

Ketika itu, pasar modal juga sedang dirundung kasus Layang Mega.  Layang Mega ini adalah  nama dari perusahaan sekuritas.  Perusahaan sekuritas yang saat ini sudah tutup.  Kasus Layang Mega ini… kalau ndak salah.. CMIIW ini ceritanya … terjadi karena sekuritas ini menjual aset nasabah ketika puncak-puncak Krismon dan gagal melakukan pembelian kembali (buy back) di harga yang lebih rendah.  Ngeshort pake barang nasabah … tapi ternyata harga malah naik. Ketika itu, praktek seperti itu masih dimungkinkan… sekarang sudah tidak bisa.

Anyway… broker yang nekad ini.. rumornya… kemudian ‘dijemput’ nasabahnya … pake tentara 1 truk.  Hehehe.. jaman itu… ‘dipinjam’ seperti itu bukan sesuatu yang tidak masuk akal.  Nggak tau nasib broker tersebut.. apakah sekarang masih hidup atau sudah kemana.  Tapi yang jelas… berita bahwa ada ‘broker yang dijemput pake tentara 1 truk’ … menjadi trauma tersendiri bagi saya.. yang ketika itu masih menjadi broker saham pemula.

Penggunaan ‘pistol’ dalam industri keuangan … itu bukan barang baru.  Maklum… disini kan urusannya duit.  Ketika duit tidak kembali.. ketika duit nyangkut di satu pihak… cara untuk mendapatkan duit itu kembali… ya pake kekuasaan.  Kekuasaan itu berupa pistol.  Maklum … Indonesia kan negeri yang melarang penggunaan Pistol .. nggak seperti Amerika sono yang semua orang bisa pegang.  Punya Pistol di Indonesia sudah hebat banget.  Minimal.. bisa memberikan rasa takut.  Ketika hukum dan keadilan mau ditegakkan … ketika kemudian berhadapan dengan orang yang ‘pegang pistol’.   Orang jadi mikir dua kali.  Dia salah enggak ya? mau diusut.. mau dituduh.. kok pegang pistol.  Ujung-ujungnya orang tidak berani.  Keadilan dan hukum bisa tumpul kalau yang dihadapi adalah orang berpistol.

Nah… sekarang … kalau hal itu kemudian ada di pasar modal.  Kalau kemudian ada fund manager berpistol.  Menggoreng saham seenak sendiri.  Harga saham kemudian lari menjulang tinggi, hingga price to earning ratio menjadi ratusan bahkan ribuan kali.  Turun begitu dalam sehingga menembus dasar lautan.  Emang ada orang yang berani ngingetin?  Emang ada yang berani memperingatkan? Emang ada yang berani mempermasalahkan?

Eh… tapi .. yang begituan… tidak ada kok di bursa kita ini.  Kalaupun ada… sepertinya OJK saja gak akan berani memperingatkan.  Apalagi analis pinggir jalan seperti saya ini.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.