Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Emang… Asingnya masih seberapa banyak sih?*

986

Selamat pagi…

Peringkat hutang Indonesia memperoleh Investment Grade dari S&P di bulan Mei 2017.  Mau tahu apa yang dilakukan pemodal asing di Bursa Saham kita? Bukannya beli… tapi malah jualan.  Memang.. kalau kita lihat di Bonds market.. harga obligasi memang meningkat.  Dana asing memang mengalir masuk ke pasar obligasi.  Akan tetapi.. di Bursa Saham … apa yang terjadi?  Asing malah jualan.

Semenjak Mei .. di pasar reguler… asing malah jualan, melepas posisi.  Jualan terus.. terus dan terus.  Di awal November kemarin.. mereka sempat sebentar belanja.  Tapi.. belakangan mereka kembali melakukan posisi jual.

Mengapa asing malah berada dalam posisi jual? Standar sebenarnya : gak ada berita baru.  Ketika menjelang ‘event’ Investment Grade, mereka mengambil posisi beli.  Tapi.. setelah event tersebut muncul , mereka malah melakukan posisi jual.  Mereka melakukan posisi jual, lebih karena tidak ada lagi berita yang dinanti.  Investment grade.. sudah.  Pertumbuhan ekonomi.. masih bertahan di level rendah.  Kinerja emiten.. juga gitu-gitu aja.  Kalaupun ada yang membaik.. hanya kinerja perbankan (sepertinya karena tahun kemarin ada pencadangan NPL besar-besaran).  Yang lain juga masih belum ada yang baru.  Ini semua tercermin  pada aliran dana sektoral yang saya sajikan dibawah ini:

Sektor Perbankan.. asing masih dalam posisi net buy.  Masih agak banyak malahan.. lebih dari Rp 20 trilyun.

Sektor Konsumer masih lemah.  Posisi asing masih net sell, tapi masih tidak terlalu besar.

Sektor Manufaktur : Tekanan jualnya agak lebih besar dibandingkan sektor konsumer

Sektor Pertambangan : Memang dua minggu terakhir agak melemah.. tapi overall sebenarnya asing cenderugn net buy dibandingkan awal tahun.

Sektor Infrastruktur bagus? Jangan keliru.  Rebound yang terjadi dua-tiga bulan terakhir..itu asingnya malah keluar.  Rebound yang terjadi dua bulan terakhir berarti hanya goreng-gorengan lokal saja.  Sektor Infra memang masih belum menggugah minat dari pemodal asing.

 

Sekarang.. pertanyaan utamanya adalah :  Apakah IHSG bisa terkoreksi tajam?

Dilihat dari posisi asing pada kelima sektor utama IHSG tersebut … jawabannya adalah : IHSG hanya bisa terkoreksi tajam jika pemodal asing benar-benar keluar dari sektor perbankan.   Di sektor ini, posisi dari pemodal asing terlihat masih lumayan besar sehingga kalau mereka menekan keluar, IHSG bisa saja terkoreksi agak banyak.

Akan tetapi.. seberapa banyak sih? Kalau melihat level dari pemodal asing di total market, sepertinya posisi dari pemodal; asing sudah tinggal tidak banyak lagi.  Kalau melihat posisi teknikal IHSG… kalaupun koreksi… IHSG tidak bisa koreksi besar.  Melihat grafik IHSG… worst casenya hanya small double top.  Itupun targetnya hanya sekitar 5.850 – 5.875.  Itupun kalau suport 5.972 gagal bertahan. Suport 5.972 juga masih jauh.  Belum tentu ditembus juga.  Terutama karena bursa regional dan global, indeksnya masih berada dalam trend naik.  IHSG mungkin akan mengakhiri trend naik hari ini.  Tapi.. kalaupun koreksi.. dalam satu-dua minggu kedepan, sepertinya tidak bakal besar.  Saya malah cenderung ‘menunggu bottom’ dibandingkan ‘panic selling’.  Gimana mau selling? Orang posisi juga sudah ‘nyaris tidak ada’.  Hehehe….

So… semenjak pulang dari Solo hari Rabu minggu lalu.. posisi saya memang hanya cenderung defensif.  Posisi ada.. tapi tetap tidak terlalu besar.  Saya masih nunggu harga yang bagus untuk melakukan entry, melakukan posisi beli.  Regional sih.. memang terlihat masih bagus.  Jadi saya gak terlalu khawatir.  Koreksi sehat memang perlu buat IHSG.  Toh.. tidak ada berita baru.. dan kita juga baru saja menyentuh level psikologis 6.000.

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini. Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.