Category Archives: News Comment

Oleh-oleh dari ikut Market Outlook Ibu Sri Mulyani @kemenkeu …*

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pandangannya dalam Seminar Indonesia Economic Outlook 2017 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/11). Seminar itu membahas proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/16.

Selamat siang…

Tadi pagi… saya ikut Market Outlook yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia… dengan pembicara Ibu Sri Mulyani.

Nggak banyak data yang bisa saya sajikan… orang HP saya begitu acara mulai ternyata baterainya sudah low bat.  Tapi…  saya coba paparkan disini… sedikit apa yang sempat menyentuh otak saya yang sedikit dudul ini.

Temanya.. kurang lebih adalah Optimisme ditengah kehati-hatian.

Pemerintah itu optimis.  Namanya juga Pemerintah.  Hehehe.  Ibu Sri Mulyani mencoba memaparkan bagaimana APBN saat ini, kualitasnya sudah jauh lebih baik.  Angkanya sudah tidak lagi ‘diawang-awang’.  Beliau juga menyampaikan … bahwa untuk tahun 2017.. pertumbuhan dari berbagai hal.. (seperti penerimaan pajak, belanja Pemerintah untuk hal-hal yang produktif) tahun depan bakal lebih baik.  Semua berkat semua program-program yang dilakukan oleh Pemerintah hingga saat ini.

Pertumbuhan ekonomi.. Pemerintah masih keukeuh dengan angka 5,1 persen.  Padahal… beberapa lembaga dunia, termasuk IMF dan Bank Dunia (yang biasanya konservatif) sudah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.  Orang diluar sono.. lebih bullish dari Pemerintah.

Pemerintah optimis ditengah kehati-hatian.

Setelah itu… Bla-bla-bla tentang Tax amnesti.

Sudah?

Hm…

Ada juga statement tentang bahwa Jokowi itu adalah orang baik… berkemauan dan bertekat sangat keras untuk bangsanya… Ibu Sri Mulyani merasa sakit hati kalau adan pihak-pihak yang demikian mudahnya untuk mendiskreditkan atau memandang negatif langkah-langkah yang sudah dilakukan Jokowi.. dst… dst.

Sudah?

Hm…

Bu… kalau saya boleh ngomong… kalau saya boleh komentar…

Jokowi itu memang niatnya baik.  Tujuannya baik.  Tanpa pamrih. Kerja keras.  Luarbiasa keras.  Untuk nusa dan bangsanya.

Tapi jangan lupa: pembangunan itu juga perlu stabilitas.  Jokowi itu berasal dari PDIP.  Partai yang berisik … dan suka banget mengganggu ketenangan bangsa.  Pembisik-pembisik di sekitar Jokowi itu bu… belakangan terlihat mulai semakin ngaco.  Pembantu-pembantu Jokowi (bukan termasuk Ibu ya…)… mulutnya itu kadang suka multi arti sehingga gampang bikin keributan.  Belum lagi… belakangan Jokowi terlihat getol berantem dengan SBY.   Jokowi suka gangguin SBY… SBY suka gangguin kepentingan konco-konco Jokowi (baca PDIP).  Lengkap.

Marketnya… jadi takut.  Investor asing.. juga takut.

So.. kalau menurut saya.. sudah bu.. terima saja.  Saya tahu Ibu sudah berusaha yang terbaik.. semaksimal mungkin.   Tapi Ibu juga sebaiknya sadar: banyak orang-orang dengan kecerdasan terbatas di Pemerintahan.. di sekitar Jokowi … yang siap menjegal langkah Jokowi dan langkah Ibu.. dengan atau tanpa mereka sadari.

Terima saja Bu.. jangan sampai Ibu mundur.

Saya hanya bisa mendukung dari jauh.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

 

Suka(3)Ndak Suka(0)

Jonan jadi menteri @Jokowi (lagi) : beneran atau cuman badut-badutan saja?

Selamat pagi…

Jonan jadi menteri lagi. Menteri ESDM lagi. Posisi menteri yang paling basah, yang sering jadi rebutan semua pihak, terutama kader partai.

Emang… maunya Jokowi itu apa? Ahokers langsung bilang kalau ‘ini kode bahwa Jokowi kepingin minoritas menjadi pemimpin’. Nyinyirer langsung berucap: ‘coba yang lain mau sabar, pasti jadi menteri lagi deh dia…’. Emang… Jokowi setolol itu?

Jokowi itu .. orang yang ‘kerja’. Kerja itu berarti ‘berada di garis depan’. Blusukan itu adalah konsep dimana seorang pemimpin mau bekerja di garis depan.  

Lantas… siapakah itu seorang Jonan?

Masih ingat gambar dibawah ini?

Itu adalah gambar yang sempat viral sebelum pembentukan Kabinet Jokowi jilid I. Gambar diatas adalah gambar Jonan yang Dirut KAI.. Jonan yang Dirut KAI yang gemuk… Jonan yang Dirur KAI yang gemuk yang mengutamakan pelayanan kepada Rakyat Indonesia, sehingga rela tidur di bangku kelas Bisnis.  Eh..gambar ini sebenarnya agak aneh: kok bisa tiduran di Kelas Bisnis seperti ini? Ketanya sepi apa? Katanya pas musim lebaran? Kereta baliknya kali ye? Atau memang gambar yang dibuat untuk pencitraan? Hehehe.  Ah.. itu gak penting… yang penting… gambar ini yang membuat Jokowi tertarik pada Jonan… karena Jonan adalah ‘pemimpin yang mau berada di garis depan’.   

Jokowi kemudian mendapuk Jonan sebagai Menteri.  Ujian demi ujian kemudian menghantam Jonan.  Dari Jatuhnya Air Asia…Lebaran yang tetap macet.. hingga kemarin.. Terminal 3 yang berantakan.  

Jonan yang sampai kurus gitu…ternyata belum bisa memenuhi kemauan Jokowi yang selalu pingin ‘kerja cepat.. kerja beres’.

Jonan kemudian lengser.  Semua orang bilang: oke.. this is the end of Jonan.

Eh… kemarin.. Jokowi kembali menunjuk Jonan kembali menjadi Menteri.  Menteri ESDM lagi! 

Jonan yang sudah pipinya sudah gembil  lagi (padahal baru berapa hari sih lengser jadi Menteri? Hehehe) …didampingi oleh Archandra Tahar sebagai Wakil Menteri.  

Archandra ini figur yang sempat batal jadi Menteri karena masalah kewarganegaraan. Kalau dilihat dari sisi kualitasnya, beliau mungkin sudah sesuai dengan kebutuhan. Jokowi sepertinya memberikan kesempatan pada dia untuk kembali menjadi Menteri karena pada masa jabatan kemarin, beliau belum sempat melihat kinerjanya.

Kementrian ESDM itu kementrian yang sangat vital.  Selain menguasai migas yang tergolong pemasukan yang sangat besar bagi negara, juga mengurusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memasuki harkat hidup orang banyak juga.

Pertanyaannya sekarang adalah: Penunjukam Jonan ini.. beneran? Atau sekedar badut-badutan saja? 

Jonan yang ‘gagal’ ketika di Kemenhub, yang merupakan ‘bidangnya’. Jangan-jangan hanya berfungsi sebagai badut, orang yang ditunjuk sebagai Menteri hanya nantinya akan ‘dilengserkan untuk digantikan dengan wakilnya’.  Dalam skenario ini: Jokowi sebenarnya kepingin mengangkat Arcandra sebagai Menteri … tapi karena Jokowi takut penentangan dari berbagai pihak… Jokowi kemudian menunjuk Jonan.  Nanti kalau Jonan gak mampu, kan Arcandra yang jadi Menteri. Dalam skenario ini.. Jonan adalah badut.

Benarkah Jonan adalah badut? Saya kita kok enggak.  Seperti ulasan saya tadi diparagraf awal: Jokowi suka Jonan karena Jonan adalah pemimpin yang memimpin di garis depan.  Saya kira.. itu adalah alasan utama daripada Jokowi untuk menunjuk Jonan sebagai menteri.

Toh… kalaupun misalnya Jonan adalah badut.. berarti dia memang ‘nothing to lose’ dalam menghadapi berbagai isu utama yang ada di Departemen ESDM. Masalah Mafia BBM, Mafia Migas, Mafia Gas Bumi, Mafia Mineral, dan masih banyak lagi.  

Intinya… Jokowi menempatkan Jonan dengan harapan Jonan bisa menjadi pemimpin di garis depan.

Sanggupkah?

Mari kita tunggu saja kebijakan-kebijakannya.  Mari kita tunggu apakah Jonan mampu memenuhi harapan Rakyat.. harapan Jokowi. Kalau ternyata Jonan hanya memenuhi kehendak mafia.. hanya kalah sana sini dihantam berbagai mafia… ya berarti dia memang badut. Dan ketika Jonan adalah badut.. maka disitu giliran ‘uda’ Arcandra untuk mengemban kewajiban selanjutnya.

Selamat bekerja Bung Jonan… semoga anda memang bukan badut.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo


Suka(1)Ndak Suka(0)

#BabakKedua #PilkadaDKI2017 : @AgusYudhoyono adalah pemenangnya…

Selamat pagi…

Terus terang, saya agak terlambat dalam mengikuti ‘hype’ dari Pilkada DKI 2017 ini.  Beberapa waktu yang lalu, saya sudah sempat membahas mengenai pemenang dari Babak Pertama Pilkada DKI 2017, babak pendaftaran Gubernur.. yang menurut saya, dimenangkan oleh Prabowo Subianto.

Sekarang… saya akan membahas mengenai Pemenang dari Babak Kedua.  Babak Kedua ini adalah babak yang berisi Pengungkapan Dosa Masa lalu.  Biasakan… setelah ‘muncul’ pada saat babak pendaftaran, biasanya… para suporter kemudian mengukur ‘seberapa baik calon saya, dibandingkan dengan calon yang lain’. Atau.. ‘apa sih kejelekan dari calon yang lain sehingga calon saya bisa menang?’ .. apa sih kejelekan calon lain sehingga pilihan saya calon saya menjadi lebih mantab?

Bagaimana cara menentukan pemenangnya? Mudah saja : cari yang dosanya paling sedikit.  Dari situ, pemilih bisa menentukan pemenangnya, sebagai calon gubernur yang akan mereka pilih.

Mari kita coba lihat… Dosa Masa Lalu yang dilimiliki masing-masing calon gubernur.

Dosa Ahok : Paling Gampang Dicari

Ahok memiliki banyak masalah ketika menjabat sebagai Gubernur DKI, seperti masalah RS. Sumber Waras, masalah penggusuran Masjid Luar Batang, masalah Gusuran Bukit Duri, dan masih banyak lagi.  Sudah gitu… Ahok itu.. mulutnya comel.  Suka ngomong sembarangan.  Gara-gara omongannya itu, banyak orang yang kemudian tersinggung, tersulut rasa marahnya.  Yang paling besar, tentu saja masalah Al Maidah 51 yang saat ini sedang panas-panasnya.  Selain proses hukum sedang berlangsung… FPI sampai demo besar-besaran gitu.

Dosa Anies Baswedan : Banyak lah….

Anies Baswedan itu Menteri yang dipecat.  Mau cari dosa-d0sanya? Jelas mudah.  Beberapa kebijakan seperti larangan doa bersama, dan masih banyak lagi yang lainnya.  Terlebih lagi… Anies Baswedan sempat dicap liberal atau bahkan Syiah oleh sebagian kalangan.  Anies juga merupakan pendukung garis keras dari Jokowi.  Gara-gara dosa itu, Anies terlihat kesulitan mencari pendukung, bahkan diantara pendukung Prabowo dan PKS.

Dosa Agus Yudhoyono : Sangat Sulit Untuk Dicari

Ditengah dunia yang bergelimang dengan dosa… orang yang tidak pernah melakukan apa-apa.. adalah orang yang paling sedikit melakukan dosa.  Itulah yang terjadi pada seorang Agus Yudhoyono.  Mau mengorek dosanya ketika di Angkatan Darat? Jelas tidak mungkin.  Putra pemimpin besar jelas tidak punya dosa.  Mau mencari dosanya ketika menjadi seorang sipil? Mau mencari dosa dia ketika SMA? atau dosa dia yang baru saja beberapa hari menjadi seorang sipil? Jelas tidak ada.

Kasus Al Maidah 51 : Keuntungan terbesar bagi Agus Yudhoyono

Dari sini… sepertinya Agus Yudhoyono adalah pemenang dari Babak Kedua ini.  Tapi.. apakah Agus hanya sekedar menang? Jelas tidak.  Agus menang telak!!!  Mau tahu ceritanya?

Begini…

Anies Baswedan itu keturunan Arab.  Anies Baswedan itu didukung oleh Gerindra dan PKS.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu didukung oleh PDIP.  PDIP itu merupakan simbol dari kekuatan minoritas.  Ada non-muslim, ada Syiah, ada Islam Liberal, dan lain sebagainya.

Masalahnya begini: pendidikan Agama Islam pada pendukung Ahok, boleh dikatakan ‘sangatlah kurang’.  Mereka belum tentu bisa membedakan antara Arab vs Islam, Islam Sunni dengan Syiah, Islam Sunni yang Muhammadiah, NU, Salaf, dan masih banyak lagi aliran yang lain.  Buat mereka.. semua itu sama saja. Buat mereka, semua itu adalah Islam.

Masalah kedua : Ada sebuah fakta menarik dari para pendukung twitter atau buzzer di Pilkada DKI 2017 ini dibandingkan dengan buzzer ketika Pilpres 2014 lalu.  Buzzer yang mendukung Jokowi, sebagian besar memang kemudian menyatakan dukungan kepada Ahok.  Nah.. dukungan Prabowo dan PKS terhadap Anies Baswedan, ternyata tidak membuat buzzer mereka kemudian mendukung Anies.  Sebagian besar ‘buzzer garis keras’ Prabowo dan PKS, seperti @tofalemon, @maspiyungan dan bahkan @jonru malah menyatakan dukungan kepada  Agus Yudhoyono dengan berbagai alasan.

Nah.. sekarang begini.  Anies Baswedan itu Arab dan didukung PKS.  Bagi pendukung Ahok, Anies adalah ‘Islam’.

Let say… ada orang melempar Issue SARA … seperti kasus Al Maidah 51 kemarin.  Mereka yang kemudian merasa dirinya ‘Islam’ akan membela (seperti demo FPI yang saat ini sedang berlangsung).  Menurut anda.. siapa yang akan diserang oleh Buzzer Ahok? Anies? ataukah Agus?  Hehehe…

Menurut saya… Kasus Al Maidah 51 ini.. Ahok memang dirugikan karena pemilih Islam akan berpikir beberapa kali sebelum memilih dia.  Akan tetapi… dilain pihak… Ahok juga diuntungkan karena isu SARA membua pendukung dia menjadi kompak.  Anies jelas paling dirugikan karena potret ‘Islam yang penuh kekerasan’ melekat pada dirinya.  Mana Buni Yani, pengupload video Al Maidah 51, terlihat pernah berfoto dekat dengan Anies pada sebuah kesempatan.  Akan tetapi… yang paling untung jelas Agus Yudhoyono.  Dia gak bergerak, pendukung lawan sudah hantam-hantaman.  Ketika buzzer dia bergerak, buzzer Ahok selalu berpikir bahwa mereka sedang berhadapan dengan buzzer Anies.   Padahal.. siapa coba yang pada awalnya melakukan sharing twitter atas video Ahok ???  Emang Anies punya kekuatan buzzer di twitter gitu?

Kasus Al Maidah 51 ini… memang sudah menjadi kacau balau.  Tapi.. kasus AlMaidah 51 ini memang menunjukkan bahwa Agus Yudhoyono adalah pemenang dari Babak Kedua Pilkada DKI 2017, Babak Pengungkapan Dosa Masa Lalu.  Semakin kacau.. semakin menang.  Keberhasilan ini bukti dari kekuatan Tim Buzzer dari Agus Yudhoyono.

Selamat Mas Agus Yudhoyono.. anda adalah pemenangnya!

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

 

 

Suka(2)Ndak Suka(0)

#PilkadaDKI2017 : Inilah pemenang dari Babak Pertama

161012-cagub-dki

Selamat pagi…

Tulisan ini… sebenarnya harus saya tulis semenjak lama.  Cuman kerena kesibukan saya… baru kali ini saya tulis.  Saya tulispun… karena saya merasa bahwa PilkadaDKI ini sebenarnya sudah memasuki Babak Kedua : Babak dimana para calon membuka dosa-dosa lama mereka. Jadi… sebelum Anda membaca tulisan saya tentang Babak Kedua, inilah komentar saya tentang Pemenang dari Pilkada DKI Babak Pertama.  Babak Pertama ini adalah masa pendaftaran calon kemarin.  Saat dimana ketiga calon Gubernur menyelesaikan proses pendaftarannya.

Apakah Pemenang Babak Pertama adalah sang pentahana Basuki Tjahaja Purnama ???

Begini.. awalnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan maju sebagai calon independen.  Karena calon independen ini membutuhkan dukungan dari 1.000.000 KTP … maka sekelompok orang membentuk perkumpulan yang bernama Teman Ahok.  Surprisingly… Teman Ahok berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta KTP!!! Ahok bisa maju Pilkada lewat jalur independen.  Eh.. tapi… ternyata… Ahok malah merangkul PDIP… dan maju lewat jalur Partai.  Apakah ini langkah pintar?

Dalam Pilpres 2014 kemarin, di DKI itu ada 4,5 juta pemilih yang menggunakan hak suara.  PDIP menjadi pemenang dengan suara sejumlah 1,25 juta. Teman Ahok berhasil mengumpulkan 1 juta KTP.  Oke… naik dari 1 juta menjadi 1,25 juta… sepertinya adalah langkah pintar.

Masalahnya: 1,25 juta suara bagi PDIP itu… sebenarnya bukan berarti ‘yang sebenarnya’.  Itu lebih berarti sebagai 3,25 juta pembenci PDIP.  Berpindah dari ‘1 juta pendukung + 3,5 juta potensi pendukung’ menjadi ‘1,25 pendukung + 3,25 juta pembenci’ … Apakah itu langkah yang pintar?

Apakah Anies Baswedan sebagai pemenang Babak Pertama?

Ketika Pilpres kemarin… Anies rendang rendeng kesana kemarin bersama Jokowi.  Bahkan sempat tersebar berita, bahwa Jokowi tidak berani naik panggung ketika Konser GBK itu… kalau tidak disemangati oleh Anies.  Akan tetapi… pindah ke Kubu Prabowo – PKS… berarti Anies harus mulai dari titik nol.  Apakah itu langkah yang pintar?

Apakah Agus Yudhoyono sebagai pemenang Babak Pertama?

Agus? Agus siapa? Yudhoyono? Yang gagal move on itu? Agus adalah wakil dari kekuatan yang dilawan ketika pilkada kemarin, oleh kedua belah pihak.  Mewakili keterbelakangan.

Eh… tapi… sebentar.  Satu hal yang menarik dari pencalonan Agus.  Ketika saya melihat kekiri dan kekanan di twitter… Pasukan Nasi Bungkus yang kemarin banyak mendukung Prabowo… ternyata malah mendukung Agus Yudhoyono.  Apakah ini pertanda bahwa calon ini adalah calon dengan pendanaan paling kuat? Apakah Agus adalah Pemenang dari Babak Pertama Pilkada DKI?

Kalau menurut saya sih… Pemenang sebenarnya dari Babak Pertama Pilkada DKI kemarin… adalah Prabowo… Prabowo Subijanto.  Iya.. Prabowo yang itu.

Mengapa?

Karena beliau cukup jantan untuk berkata bahwa ‘semua sudah berlalu’.  Cukup jantan untuk menerima Anies Baswedan sebagai calon gubernur dari kubunya… meski seberapa besar keburukan yang sudah pernah dilakukan kepada dirinya (dan juga komplotannya).

Prabowo yang ‘move on’ adalah pemenang yang sebenarnya dari Babak Pertama Pilkada DKI 2017.

Setidaknya .. itu menurut saya.

Loh… Pak Tommy… mengapa pemenangnya bukan salah satu dari ketiga calon Gubernur itu?

Kalau Anda paksa saya untuk pilih siapa pemenang Babak Pertama dari ketiga calon itu… foto ini sudah menjelaskan yang sebenarnya:

161012-cagub-dki

Semua adalah pemenangnya… hehehehe.

Beneran niy?

161012-behind-scene-selvie-cagub-dki

Dari gambar diatas… terlihat jelas kan? Siapa wayang … dan siapa dalangnya… 😀

Begitu kan?

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

Suka(1)Ndak Suka(0)

#PilkadaDKI2017 itu Penting!!!

Selamat pagi…

Saya itu.. KTPnya KTP Tangerang.  Jadi… meski saya memiliki aset di Jakarta Barat dan Jakarta Timur… saya tidak memiliki hak pilih dalam Pilkada DKI 2017 besok.  Akan tetapi.. bagi saya… PilkadaDKI2017 itu.. tetap saja sesuatu yang penting.

Pilkada DKI 2017 itu penting.. karena seperti yang sudah saya bilang sebelumnya :

Siapapun yang menjadi Gubernur DKI 2017, akan menjadi lawan dari Jokowi dalam Pilpres 2019, atau minimal, akan menjadi Wapres Jokowi pada Pilpres tersebut!

Jadi.. mengingat betapa besar arti dari PilkadaDKI2017 … maka kedepan… saya akan menjadi ‘Pengamat Aktif‘ dari pilkada tersebut.

Harap maklum… ramenya Pilpres2014 kemarin memang membuat saya ketagihan.  Jadi… rasa-rasanya sayang kalau saya melewatkan PilkadaDKI2017 ini begitu saja.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

 

Suka(3)Ndak Suka(0)
Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On Google PlusVisit Us On PinterestVisit Us On Linkedin
Skip to toolbar