Should We ‘BUY’?*

53

Selamat siang…

Bagi seorang trader yang melakukan posisi trading dengan berdasarkan sebuah grafik harian, posisi harga penutupan adalah informasi yang penting karena posisi itu menentukan arah selanjutnya bagi pergerakan harga kedepan. Masalahnya adalah: bagaimana jika pada posisi intraday, harga atau indeks sudah berada di posisi resisten?  Kondisi ini yang terjadi saat ini (10:35).  IHSG sudah setengah jam (sejak 10:05) berada diatas resisten 2425.  Beberapa saham (ASII, UNTR, ITMG) juga sudah berada diatas resistennya.  Pertanyaannya: Should we ‘Buy’?

Saya adalah seorang yang risk averter.  Saya adalah seorang penghindar resiko.  Artinya saya cenderung untuk menunggu posisi closing dari IHSG, atau sekitar 15 menit sebelum closing baru mengambil keputusan.  Akan tetapi, anda yang termasuk golongan ‘risk junkies‘.. pasti sudah tidak sabar… Nunggu nanti sore? pasti harga sudah kemana-mana.. bisa terlambat nih!! (hehehe).

So.. bagi anda para ‘risk junkies’.. guidance berikut ini mungkin bisa membantu:

  • Perhatikan arah pergerakan harganya.  Lihatlah retracement 50% dari trend turun terakhirnya.
  • Lihatlah jarak dari pergerakan harganya dengan retracement 50%-nya.
  • Perhatikan fee yang harus anda bayar untuk transaksi tersebut.   Lakukan simulasi: jika anda masuk sekarang dan jual di retracement 50%, untungnya berapa sih?
  • Masuk hanya pada saham yang berhasil menembus resisten.
  • Perhatikan posisi stoplossnya.

Sebagai contoh.. ASII (sadis.. pake contohnya saham yang harga segituan lagi.. hehehe).

  • Harga saat ini di 30850.
  • Resisten pertama di 30500, resisten kedua di 31000.
  • Retracement 50% di 31850 – 32100.
  • Stoploss Daily di 29800 (dibawah low kemarin), atau intraday di 30400 (dibawah suport 30500).
  • Fee: sekitar 3 – 4 poin.

Anda mau beli? Resiko sekitar 400 – 500 Rupiah (dengan stoploss di 30400), dan rewardnya sekitar 1000 (gross).  Potensi keuntungannya (reward) masih kurang besar jika dibandingkan dengan potensi kerugiannya (risk).

Buat saya sih, risk to reward ratio seperti itu sudah tidak ‘sampai’.  Tapi saya juga sadar, bahwa saya tidak bisa 100% benar.  Siapa tahu IHSG nanti sore benar-benar ditutup diatas resisten?

Berbeda dengan ketika IHSG baru mengalami triangle break beberapa waktu yang lalu, dimana terlihat potensi kenaikan yang jelas, IHSG saat ini memang ibarat sedang berada di persimpangan.  Trading ketika market turun, memang berbeda ketika market cenderung naik.  Dalam kondisi seperti ini, trading memerlukan ketrampilan yang tinggi untuk membaca arah perdagangan saham dan menentukan posisi stoploss (dan juga disiplin dalam melakukan stoploss).  Berdiri di tepi jalan (diluar market) ibarat suporter sambil berteriak-teriak? Hm.. kalau IHSG dibawah 2425, mungkin saya juga akan melakukannya.  Tapi untuk saat ini, dengan posisi IHSG diatas 2425, saya memilih memiliki posisi kecil yang (rencananya) kalau IHSG nanti sore ternyata ditutup dibawah 2425, sudah pasti saya cut loss.

Happy trading, semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.