Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Am I wrong? Are we wrong?*

66

Selamat pagi…

Pertama-tama saya mau mengaku dosa.. kemarin sore saya memang mengambil posisi.  Rencananya memang hanya 50% equity.  Akan tetapi, karena saya melihat bahwa Hangseng ditutup diatas resisten 22500, dan STI juga ditutup diatas resisten 2800… saya menambahkan beberapa posisi di harga bid.  Dan karena bid itu done… berarti saya full power.

Problemnya: Dow Jones Industrial (DJI) gagal menembus resisten di 10500, dan kemudian bergerak turun.  Posisi penutupannya dibawah titik terendah sehari sebelumnya.  DJI masih ditutup diatas trend naiknya.. tapi ini berarti DJI ditutup dengan sebuah signal bearish.

Saya kemarin sudah menyinggung sedikit tentang hal ini pada ulasan ‘15.45’.  Apakah IHSG (dan market Asia) akan ‘mencuri start’?  Betting bahwa DJI bakalan menembus 10500?

Yang saya tahu cuman satu: I have a plan.. and I stick with it.  Saya kemarin nahan posisi (dengan floating gain yang tipis).  Planning saya: jika DJI menembus 10500, sesuai signal yang diberikan oleh IHSG dan bursa regional lainnya, berarti saya sudah ada posisi, tinggal sekarang menambah posisi.  Tapi, jika suport IHSG di 2475 ditembus, berarti saya exit posisi.  Berarti saya salah bersama banyak sekali orang di regional Asia (setidaknya di Hongkong dan Singapore).  Saya tidak takut salah.  Fail to cut my losses short (gagal untuk cut loss dalam kerugian yang minim).. itu yang lebih saya takutkan.

Pertanyaan yang masih belum terjawab pagi ini adalah: Apakah IHSG bersama-sama indeks regional akan bergerak bersama-sama dengan DJI? Apakah saya benar-benar ‘salah’ bersama-sama dengan banyak sekali orang di regional Asia ini? Dan terutama untuk IHSG: Apakan ‘Investor Forum’ yang saat ini telah berlangsung.. akan gagal dalam memberikan pengaruh positif seperti investor forum – investor forum sebelumnya?

But.. one thing for sure: kalau IHSG ditutup dibawah 2475, saya akan exit market.. atau setidaknya akan mengurangi posisi.  Posisi spekulatif memang selalu ada resikonya.  It is a stock market.. right?  Memang disini tempatnya resiko.  Bagaimana kita bisa mengelola resiko.. itu yang lebih penting.

Bagaimana dengan anda?

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

5 Comments
  1. kayogo says

    Pak…

    Saya kok heran dan kadang tertawa yah,….masih saja idx itu mengacu dan stigmata pada dow yang jelas jelas sekarang anomali dengan ekonomi ,kita .mesti lebih mengacu dengan dengan shanghai indx…lha.

    Sekolahnya sih yah pada di amerika….hahaha…..kalo pada sadar apa pepatah….belajarlah sampai ke negri Tiongkok..

    engga begini komentnya bapak

    rgds
    Kayogo

    1. Perencana Trading says

      Pak Kayogo…

      yang sebenarnya bisa menjawab masalah ini.. sebenarnya hanya ekonom… tapi dari apa yang saya tahu… perekonomian China memang masih tergantung sama perekonomian Amerika.. dan kalau perekonomian Amerika tidak bagus.. impactnya juga bakalan ada bagi perekonomian China… dan kalau pereknomian china nggak bagus.. berarti harga komoditas jelek.. dan itu akan berpengaruh ke bursa kita juga, yang saat ini 20% – 30% ‘komponen langsung’ (saham-saham berbasis komoditas)-nya adalah saham-saham komoditas.

      Tapi.. seberapa imun ekonomi china atas ekonomi amerika? itu yang saya belum tahu jawabannya.. itu yang mungkin harus saya tanyakan ke ekonom. Nanti deh.. pak.. saya tanyakan ke ekonomnya langsung.. saya Rabu bakalan sepanggung sama Poltak Hotradero. Semoga dia mau menjawab.

      Happy trading.. semoga untung!!!
      Perencana Trading

  2. Jupp says

    IMHO, SP500 lebih ‘afdol’ diperhatikan, karena menyangkut 500 saham, jauh lebih banyak dari DJI yg ‘hanya’ maintain 30 saham unggulan (yg pastinya dijaga market maker).

    DJI sudh bolak balik di area 50% retracement, SPX jg sdh hampir sampai stasion tsb. historically, 50% fibo adlh resistance kuat pd bear rally …

    CMIIW …
    -Jupp-

    1. Perencana Trading says

      Bung Jupp…

      Kalau menurut saya sih.. itu cuman masalah selera… Trader Amrik memang lebih memperhatikan SP500 karena lebih rasional.. (seperti anda bilang tadi). Tapi.. newscaster (pembaca berita) di CNBC,CNN, atau BloombergTV, sepertinya lebih senang baca Dow Jones Industrial Index karena tekanan intonasinya lebih keren… sehingga lebih bisa menarik perhatian pendengar… hehehe…. tapi apakah seperti itu?

      Kalau dari pengamatan saya sih.. market Asia lebih ‘mendengarkan DJI’ (mungkin karena newscasternya lebih mendengarkan DJI itu tadi kali ye? hehehe). Dan beberapa kali kejadian (dulu ketika saya masih dalam periode pembelajaran sekitar 5 – 10 tahun yang lalu), suport atau resisten breaks pada DJI terjadi lebih dulu dibandingkan dengan SP500. That’s why saya lebih memperhatikan DJI.

      Anyway… itu semua cuman masalah ‘selera’. Nothing personal.

      Happy trading… semoga untung!!!
      Perencana Trading

      1. Jupp says

        thx … ^_^

Leave A Reply

Your email address will not be published.