Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Mengintip kartu lawan..(Part 3)*

115

Namanya mengintip kartu lawan… berarti saya mencoba mengintip apa yang ada di ‘otak’ dari lawan saya.  Karena saya adalah investor kecil yang berbasis pada analis teknikal, maka, lawan saya adalah investor besar yang berbasis pada analis fundamental. Get the point?

Sejauh ini… yang kita dapat adalah sebagai berikut:

  • Target konsensus di level 2611 (upside 3.6%).
  • Target bull analysts ada di 2811 (upside 11.6%).
  • Target bear analysts ada di 2268 (downside 9.97%).

Komentar saya adalah sebagai berikut:

  • Para analis fundamental memang terlihat gamang, ragu-ragu dalam melihat ‘masa depan’. Bukan hanya dengan ‘rata-rata target konsensus’ dengan potensi kenaikan hanya minim (3.6%… itu juga bisa dicapai kurang dari 1 minggu), tapi dengan potensi kenaikan yang kurang dari 15% (kalau orang bullish.. biasanya potensi kenaikannya bisa diatas 20%), tapi juga potensi penurunannya yang tipis dibawah 10% (kalau orang bearish.. biasanya potensi penurunannya bisa diatas 20%).
  • IHSG tahun depan (menurut konsensus fundamental ini), akan berada pada kisaran 2268 – 2811.  Atau.. jika market overreacted (market biasanya juga overreacted.. dalam artian, pergerakan 10% dari kisaran ‘terhitung’.. itu adalah sesuatu yang normal… kalau gak overreacted.. malah aneh kalee) berarti kisaran IHSG ada di 2041 – 3092.  Ini artinya.. ‘secara fundamental’, suport IHSG di 2041, sedangkan resisten IHSG ada di 3092.  Fundamental buyer (investor yang melakukan posisi beli dengan berbasis pada analisis fundamental) akan muncul jika IHSG turun dibawah 2041, dan sebaliknya, fundamental seller (investor yang melakukan posisi jual dengan berbasis pada analisis fundamental) akan muncul jika IHSG naik diatas 3092.
  • Kabar baiknya:  Ini berarti IHSG kecil kemungkinannya untuk bisa turun dibawah level psikologis 2000 atau dengan kata lain, IHSG dibawah 2000 tidak terpikirkan oleh para analis fundamental saat ini.  Akan tetapi, disisi lain, fakta fundamental yang ada saat ini (baik jika dilihat dari kondisi fundamental emiten, kondisi perekonomian nasional, kondisi perekonomian dunia, dll), tidak cukup untuk mengangkat IHSG hingga ke atas level 3100.  Perlu fakta fundamental baru, yang belum terantisipasi saat ini, untuk membawa IHSG ke atas 3100.

Sekarang pertanyaannya… sektor apa yang menjadi pilihan mereka? Saham apa yang menjadi ‘jagoan’ dari konsensus analis tersebut?  Nantikan pada bagian selanjutnya…

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.