Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Cara ‘market maker’ memanfaatkan ‘kreatifitas’ trader fundamental…*

173

Selamat siang…

Sebuah rekomendasi fundamental (entah itu beli, jual, atau hold), selalu dibuat berdasarkan valuasi dari suatu emiten jika dibandingkan dengan posisi saat ini.  Rule of thumb-nya sering kali seperti ini:

  • Sebuah rekomendasi ‘BELI’ sering kali diberikan jika value dari suatu saham berada sekitar 10% – 15% (atau bisa lebih) diatas harga saham saat report fundamental (laporan riset fundamental) tersebut dikeluarkan.
  • Sebuah rekomendasi ‘JUAL’ sering kali dibuat jika value dari suatu saham berada sekitar 10% – 15% (atau bisa juga lebih rendah) dibawah harga saham saat report fundamental dikeluarkan
  • Sebuah rekomendasi ‘HOLD’ sering kali dibuat jika value dari suatu saham berada di kisaran -10% hingga +10% dari harga saham saat ini.

Intinya: Beli kalau upside 10%, Jual kalau downside 10%, Hold.. kalau flat.

Masalahnya… realita ini kemudian disikapi dengan kritis oleh sebagian trader fundamental.  Mereka (dengan lugunya) melakukan hal yang seperti ini:

  • Jika harga sudah turun 10% – 15% dari harga puncak… mereka melakukan posisi beli
  • Jika harga sudah naik 10% % – 15% dari dari harga terakhir… mereka … tahan posisinya.. (hehehhehehe… kalau anda berharap saya bilang jual.. anda kecele kan? trader fundamental tidak pernah jualan.  Yang ada mereka jualan ketika kena forced sell).

So.. fakta bahwa trader fundamental ini melakukan posisi beli ketika harga turun 10% – 15% dari puncaknya, sering kali dimanfaatkan oleh para ‘market maker’.  Harga sering kali ditahan dulu setelah turun 10% dari puncak… dibikin ‘seperti mau naik’ untuk menjamin bahwa trader fundamental ini masuk/melakukan posisi beli, dan terus nyangkut.   Semua langkah dilakukan, termasuk: semua berita dibikin bagus… analis yang tadinya bearish menjadi agak bullish sedikit, dll… dan kemudian.. harga baru digerakkan turun.

Trader fundamental adalah mereka yang melakukan investasi jangka pendek dengan berdasar pada fakta fundamental/news/rumor.  Menurut saya sih.. trading fundamental ini adalah sebuah perbuatan yang sangat tidak bijaksana.  Trading ya trading.. investasi ya investasi.  Trading memang berbeda dengan investasi. Trader fundamental hanyalah sebuah jalan menuju kehancuran.  Jalan dari orang yang tidak bisa membedakan antara trading dan investasi.

Saya sudah lama meninggalkan jalan itu.  Bagaimana dengan anda?

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

Leave A Reply

Your email address will not be published.