Never ‘fall in love’ with a stock…*

60

*materi ini bukanlah bacaan anak kecil.  Bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.

Dulu.. saya pernah punya teman.  Teman saya ini.. kalau sudah jatuh cinta pada saham… waduh.. minta ampun!!! Setiap ketemu orang… rekomendasinya cuman saham itu… terus… terus… dan terus…  Pagi-siang-sore-malam.  Kapan saja.. siapa saja… apapun Hape-nya… kartunya kartu XXXX (kode saham yang direkomendasikan).  Ujung-ujungnya…karena tipenya beli simpan (tidak pernah rekomendasi jual), maka rekomendasinya banyak memakan korban ketika crash market 2008 (termasuk dia sendiri kalee).

Mensikapi perilaku orang yang seperti ini… saya jadi teringat nasihat bijak dari Oliver Velez dan Gregg Capra pada buku ‘Master Day Trader’:

NEVER FALL IN LOVE WITH A STOCK

Jangan pernah jatuh cinta kepada suatu saham.  Tujuan dari melakukan beli-jual saham adalah memperoleh keutungan.  Tujuan dari trading adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya.  Keuntungan hanya bisa diperoleh jika anda fokus dan terencana.

Keuntungan akan sulit anda peroleh… jika anda jatuh cinta kepada suatu saham.    Ketika anda sudah jatuh cinta pada suatu saham.. maka akan sulit bagi anda untuk melakukan eksekusi trading plan dengan disiplin. Masih ada berita ini.. masih ada pertimbangan  itu… masih ada si dia bilang anu.. dst..dst.  Ingatlah ketika 2008 lalu:.. Yang fundamentalnya bagus dan jelas aja.. seperti ASII dan UNTR… kena autorejection di posisi jual.  Apalagi perusahaan-perusahan yang bisnisnya gak jelas dan selalu berubah-ubah?

Ketika anda sudah memutuskan untuk melakukan trading (ingat loh.. trading berbeda dengan investasi)… ketika anda sudah fokus dan terencanadunia akan lebih indah.  Tidak ada kekhawatiran akan posisi nyangkut.  Tidak ada ketakutan untuk melakukan positioning meski harga sudah bergerak tinggi.  Tidak ada keraguan dalam melakukan cut loss. Tidak ada keserakahan ketika anda melakukan profit taking.  Ketika anda sudah memutuskan untuk menjadi seorang trader: FOKUS PADA ARAH PERGERAKAN HARGABELI KETIKA MAU NAIK, JUAL KETIKA MAU TURUN! Lupakan semuanya, karena semuanya hanya akan menjadikan anda jatuh cinta pada saham.  Tenggelam dalam keraguan.

So… perhatikanlah posisi nyangkut yang masih anda miliki.  Tanyakanlah pada diri anda:  Mengapa anda mempertahankan posisi tersebut setelah anda melakukan posisi beli? Benarkah semuanya adalah posisi investasi? Masih adakah posisi tadinya rencananya untuk trading tapi kemudian anda ubah menjadi posisi investasi karena nyangkut?  Benarkah anda jatuh cinta pada saham itu dan bersedia meninggalkan tujuan utama anda dari melakukan transaksi beli-jual saham yaitu memperoleh KEUNTUNGAN?

Jatuh cinta pada sebuah saham:  N E V E R ! ! !

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

*materi ini bukanlah bacaan anak kecil.  Bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.

You might also like More from author

2 Comments

  1. Argha says

    Pak saya sama sekali bukan tipe trader yang cinta sama 1 saham… kalo benci memang ada sih….

    masalah saya itu cinta sama terlalu banyak saham, saya sudah pernah membuat list saham yg saya perhatikan setiap hari, ternyata jumlahnya lebih dari 40

    dari TIRT sampai ASII semuanya pernah saya makan… heheheh

    kalau boleh saya tau, bagi trader prof seperti bapak, berapa saham yg bapak perhatikan setiap harinya…. thankss…

  2. Perencana Trading says

    Kalau saya.. semua kan ada di cheatsheet… sekitar 25 saham lah…

Leave A Reply

Your email address will not be published.