Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Setiap olang itu punya mangkoknya sendiri-sendiri*

102

Pak … Setiap olang itu punya mangkoknya sendiri-sendiri…

Melihat pergerakan dari BKSL hari ini… saya jadi teringat perkataan nasabah pertama saya.  Beliau adalah seorang ‘Lau Pan’ (Boss Besar) sembako di Jawa Timur.  Umurnya ketika itu (sekitar 10 tahun yang lalu) sudah lebih dari 80 tahun.   Dia trading saham hanya untuk melawan datangnya pikun.  Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa kematangan dari Lau Pan ini yang kemudian membuatnya menjadi guru saya yang pertama dalam hal psikologi trading.

Setiap orang itu punya rejekinya sendiri sendiri.  Di BEI itu ada 400+ emiten.  Kalau cuman prediksi arah BKSL ke 150, mungkin anda juga sudah melihatnya pada ulasan saya sebelumnya.  Tapi.. kalau anda tanya: apakah saya beli saham BKSL.. jawaban saya jelas: TIDAK.  Mengapa? Karena saham itu diluar planning saya.  Dan saya harus disiplin dan fokus terhadap planning yang telah saya lakukan.  Saham yang lain.. yah.. prediksi gak papa lah.. tapi kalau trading disitu.  Well.. saya memilih untuk tetap menggunakan kacamata kuda. Dan ketika saham yang diluar ‘List of Battlefield’ bergerak kemana-mana… saya selalu ingat:

Setiap olang itu punya mangkoknya sendiri-sendiri…

Dulu saya suka menambahkan:  Kita harus terus belajar agar mangkok kita bisa sebesar mungkin… dan kita selalu tahu kapan beras itu turun sehingga kita bisa make sure.. mangkok kita menghadap ke atas… setiap kali berasnya jatuh.. 😀

Patients is a profitable virtue (Martin Pring dalam Investor Psychology Explained).  Control your fear.. control your greed.  Kalau memang rejeki kita… mau kemana sih?

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading

5 Comments
  1. Pojok Saham says

    koq… sama yah pak. hahaha.

    1. Perencana Trading says

      hahaha…

  2. […] beli atas saham-saham yang diluar trading plan saya.   Biar orang lain untung, saya percaya bahwa setiap olang punya mangkoknya sendiri-sendiri. Terakhir… pergerakan saham-saham lapis ketiga dan lapis keempat ini, sering kali mengakhiri […]

  3. […] Hehehe.. saya gak pikirin.  Semua olang kan sudah punya mangkok sendili-sendili. […]

  4. […] Hehehe.. saya gak pikirin.  Semua olang kan sudah punya mangkok sendili-sendili. […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.