Cut loss di harga bawah… bagaimana caranya sih?*

110

Dear all…

Masih ingat ajakan saya untuk cut loss pada tanggal 11 Mei lalu?  Anda yang mengikutinya.. pasti sekarang sudah mulai bisa memetik hasilnya.  Disisi lain.. saya sih sebenarnya tetap yakin.. bahwa ada jumlah yang lebih besar lagi.. yang terus menahan barang… dan kemudian baru terpikir untuk cut loss, ketika harga sudah berada dibawah seperti ini.  Saya sih, tidak bisa menyalahkan juga… dengan presisi prediksi yang berbeda, setiap orang memang memiliki pilihan yang berbeda pula.  Akan tetapi, saya hanya ingin mengingatkan.. Jika anda cut loss sekarang, ada beberapa hal yang harus benar-benar anda tanamkan di kepala anda:

1.  Cut loss adalah sebuah posisi trading.

Cut loss sebenarnya adalah sebuah posisi jual yang dilakukan dengan harapan harga masih akan bergerak turun dalam jangka pendek.  Jika anda sekarang, anda juga harus memperhatikan:

  • arah pergerakannya ke bawahnya ke berapa?
  • berapa potensi penurunannya? jangan-jangan potensi penurunannya sudah tidak cukup lebar lagi.

2.  Karena Cut loss adalah posisi trading, maka sebagai trader anda Harus DISIPLIN!!

Ketika cut loss adalah posisi trading, anda juga harus punya persiapkan bahwa anda bisa saja salah. Jadi: JIKA HARGA TERNYATA BERGERAK NAIK, DIMANA NANTI SAYA HARUS BAIBEK!!! Ingat loh ya… Karena posisi jual dulu terus baibek dibawah seperti ini adalah sebuah posisi trading.. posisi jangka pendek, maka anda juga harus disiplin ketika anda SALAH.  Kalau anda tidak disiplin, posisi cut loss anda, malah bisa jadi ajang untuk realisasi kerugian investasi.  Nggak bagus juga kan?

3.  Terakhir, yang paling penting adalah: pikirkan kembali: Pelajaran apa yang anda dapat setelah anda cut loss?

Salah satu teman saya, memasang status ini dalam FB-nya:

Mahalnya uang sekolah yang harus dibayar … Ini akibat loncat kelas ke SD tanpa melalui TK.

Realitas ini sebenarnya yang banyak dialami oleh para trader yang baru saja mulai investasi semenjak bottom 2008 lalu.  Baru dikasi bullish market selama satu tahun lebih sedikit, langsung diterjang koreksi seperti ini.  Kecepatan koreksinya menyeramkan lagi.  Tidak sempat dikasi ruang yang cukup untuk berpikir.  Nah.. jika dalam kondisi seperti ini, anda kemudian terpaksa untuk cut loss, anda juga harus tahu dong: pelajaran apa yang anda bisa ambil dari posisi cut loss tersebut!  Jangan sampai.. anda sudah bayar biaya sekolah yang mahal, ehh.. ternyata.. tidak ada pelajaran satupun yang nempel di kepala anda.  Sayang bukan?

Apa sih yang menjadi pelajaran terbaik ketika kita melakukan posisi cut loss?

Jika anda melontarkan pertanyaan itu kepada saya, maka jawaban saya adalah sebagai berikut:

  1. Trading memang berbeda dengan investasi.  Kalau anda seorang investor, ya sudah toh.  Anda kan investasi.  Selama anda percaya pada value perseroan, mengapa anda harus bingung? Tenang saja.  Nanti kan harga kan kembali.  Tapi.. kalau anda seorang trader…  Hehehe…  anda coba anda baca tulisan dari Gregg Capra dan Oliver Velez pada buku ini deh… kemudian anda renungkan: kesalahan apa yang telah anda lakukan sehingga anda berada dalam kondisi seperti sekarang ini.
  2. Prediksi, terutama presisi prediksi (hit rate) yang tinggi, tetap menjadi komponen penting dalam melakukan trading.  Dalam trading, prediksi memang bukan hal yang paling penting. tapi, tanpa presisi prediksi yang tinggi, anda bisa apa? Mau pake money management doang? Kalau pas market naek, gak papa.. tapi.. kalau pas market seperti ini? Trading itu.. bukanlah MANAJEMEN POSISI NYANGKUT!
  3. Trading itu harus terencana, sehingga anda selalu tahu apa yang harus anda lakukan, kapan saja dan dalam kondisi market seperti apapun. Mau beli, mau jual, mau cut loss, mau take profit, semua harus ada planningnya.  Dari planning itu, nanti anda bisa mengukur kualitas anda.  Ingat, kualitas trading itu berbeda dengan kualitas prediksi!
  4. Dalam trading, anda menghadapi resiko SEORANG DIRI! Yang dibuat untuk membeli saham itu.. duit anda sendiri.  Terkadang, orang lain yang merasa lebih pintar dari anda, menyuruh anda untuk beli ini, beli itu, beli ini, beli itu.  Apakah orang lain itu akan bertanggung jawab ketika anda mengalami kerugian?  Tentu tidak kan?
  5. Trading itu adalah sebuah permainan otak yang membutuhkan kerja keras. Seorang Utut Adianto tidak lah muncul dengan begitu saja dalam semalam.  Untuk menjadi seorang pecatur handal, perlu pembelajaran, latihan, dan kerja keras.  Trading, kurang lebih sama.  Trading memerlukan kerja keras agar anda bisa memperoleh apa yang anda mau.  Kalau nggak mau kerja keras untuk belajar? Jadi investor ajah.  Market turun gini.. porto tinggal ditaruh.  Ngapain juga prediksi pergerakan harga jangka pendek.  Nanti kan balik lagi.  Lebih nggak susah kan?
  6. Koreksi memang diciptakan agar kita dapat membedakan antara trader yang pintar dengan trader yang (hanya) beruntung. Trader yang pintar bisa melakukan posisi beli dan posisi jual dengan bijaksana dan terencana.  Sedangkan Trader yang beruntung.. bentar juga menghilang.  Ditelan ganasnya market. 😀

Cut loss dalam posisi harga berada di bawah seperti ini, adalah sebuah perilaku yang sangat beresiko.  Resikonya sangat tinggi.  Tapi, ketika langkah itu adalah yang langkah yang anda pilih, Yakinkanlah bahwa anda sudah melakukannya dengan benar, agar anda bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari  langkah yang anda lakukan!!!

Happy trading… semoga untung!!!

Perencana Trading


You might also like More from author

6 Comments

  1. luqm83 says

    Om Tommy keren.. analisisnya tajam terpercaya..,

    saya suka kalimat yg ini : Best time to catch a falling knife, is when it stays on the ground

    1. Perencana Trading says

      terima kasih…. doakan saya agar bisa selamat dari hingr bingar dunia persahaman ini.. 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.