Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

#Rokok50000 : Beberapa Hal Yang Perlu Kita Ketahui…*

362

Selamat pagi…

Heboh Rokok 50.000 … mungkin sudah lewat.  Akan tetapi… harga saham GGRM yang turun terus menerus… sedikit menggerakkan hati saya untuk membuat tulisan ini.  Maklum… tulisan ini sebenarnya adalah tulisan yang ada di kepala saya ketika goro-goro harga rokok 50.000 kemarin meletus.  Tapi… nggak tau deh.. belakangan… semangat saya untuk nulis memang sedikit kurang.

Dari googling… ada dua fakta yang menarik saya tentang harga rokok Indonesia.

Pertama : Harga Rokok Indonesia, sebenarnya termasuk yang paling rencah di dunia.

160830 Harga Rokok Indonesia

Lihat saja tabel diatas.  Harga Rokok di Indonesia itu… adalah yang terendah di seluruh dunia.  Kita hanya bersaing bersama Moskow dan Manila untuk harga rokok Marlboro dibawah US$ untuk setiap bungkusnya.

Akan tetapi.. itu bukan berarti harga rokok disini itu yang paling murah.  Dari sebuah Riset yang dibuat oleh Morgan Stanley, harga rokok di Indonesia itu sebenarnya termasuk satu yang sulit terjangkau untuk kalangan pekerja di Indonesia.

160830 Daya Beli Rokok

Itu sebabnya.. ketika pertanyaannya adalah: haruskah Pemerintah menaikkan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus??  Maka saya akan kembali bertanya : emang maunya Pemerintah apa ???

Kalau sekedar menaikkan pendapatan cukai rokok… mau dinaikkan jadi berapapun.. jumlah perokok masih tetap ada lah.  Jumlah perokok masih akan meningkat.

Akan tetapi… sudahkah anda mendengar cerita tentang Aldi Rizal?  Aldi Rizal adalah seorang anak berumur 2 tahun, yang berasal dari sebuah desa miskin di Sumatra, yang menjadi viral pada tahun 2011 lalu.  Aldi Rizal menjadi terkenal karena kebiasaannya merokok 40 batang rokok per hari, ketika dia berumur 2 tahun.  Walau Aldi kabarnya sudah berhenti merokok, realita bahwa merokok masih merupakan kebudayaan di Indonesia, terutama untuk kalangan bawah, memang begitu mengenaskan.

Pemerintah mengenakan Cukai akan Rokok.  Pemerintah juga membuat aturan-aturan mengenai perokok.  Akan tetapi, selama sistemnya masih seperti sekarang (dimana cukai rokok hanya dikenakan sebesar persentase harga produksi) kenaikan harga rokok hanya memperkaya Pemerintah.

Kebudayaan merokok seperti yang terjadi pada Aldi yang harus dihentikan.

Nggak usah Aldi deh… Saya juga menjadi perokok mulai kelas 5 SD (1982) hingga setahun setelah anak saya lahir (2002).  Saya memulai merokok, memang karena ikut-ikutan teman saya, yang berasal dari keluarga perokok.  Akan tetapi… faktor lain yang membuat saya menjadi perokok, adalah karena rokok itu murah, dan mudah untuk didapat!

Itu sebabnya.. cara paling efektif untuk menghentikan budaya merokok ini, adalah dengan membuat rokok menjadi mahal.

Rokok harus menjadi semakin tidak terjangkau, agar anak-anak kecil tidak menjadi perokok.

 

Harga rokok harus ‘ditetapkan’ oleh Pemerintah… bukan hanya sekedar ‘cukai cost base’ seperti sekarang ini.

Sekarang pertanyaannya: berapakah harga yang harus ditetapkan oleh Pemerintah?

Kalau menurut saya sih.. jangan Rp 50.000 lah. Rp 50.000 itu sudah ‘predatory price’.  Jika harga rokok Rp 50.000, maka itu bisa mematikan industri rokok… menghapuskan lapangan kerja dari petani hingga pekerja rokok.

Eh… tapi kalau sudah terbawa issue pekerja rokok.. kita juga gak boleh terlalu sensi.  Industri Rokok itu sekarang sedang mekanisasi sehingga PHK besar-besaran atas pekerja rokok, sebenarnya sudah terjadi semenjak 2015Tembakau… juga belakangan mulai impor.  Jadi… mereka yang menentang rokok Rp 50.000 demi kesejahteraan petani.. itu juga bullshit.

Jadi… kalau menurut saya sih.. harga rokok memang harus naik, tapi jangan mematikan industri.  Mau gimana-gimana juga… saya masih suka nonton bola liga luar negeri… saya juga masih suka nonton bulu tangkis.  Saya kira.. kenaikan harga rokok hingga di kisaran Rp 25.000 – Rp 35.000 sepertinya masih wajar, sekedar untuk menjauhkan harga rokok dari jangkauan anak kecil.. termasuk diantaranya pelarangan untuk melakukan penjualan eceran.  Akan tetapi.. kalau harga rokok Rp 50.000 per bungkus… itu sudah diluar batas kewajaran.  Kesannya kok ‘nggak cinta Liga Inggris banget’ gitu loh.

Mau melindungi industri rokok rumahan? Ya sudah.. kenakan saja harga rokok tinggi itu pada Industri Pabrikan.  Yang kecil-kecil begini… dibiarken aja dengan tarif cukai yang ada sekarang ini.

160830 Rokok Mirip

Sekarang itu… jamannya penindasan minoritas.  Bukan minoritas yang ditindas, tapi minoritas yang menindas.   Perokok itu… hanya sekitar 1 dari 3 .. atau 1 dari 4 penduduk Indonesia.  Kalau mereka tidak menindas… maka tidak keren.  Jadi.. berikanlah kesempatan bagi mereka untuk mati dengan cara yang terhormat.

Tapi… jauhkan rokok dari anak-anak.  Nggak bener itu kalau anak dibawah umur sudah pegang-pegang rokok seperti Aldi Rizal.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Leave A Reply

Your email address will not be published.