Saham, IHSG, Reksadana, Indonesia, Trading, Investasi, Training, Strategy

Mas @jokowi … Pasar Modal Memiliki Track Record Yang Panjang untuk Menunjukkan Bahwa Seorang itu ‘TOLOL’…

1,583

Selamat pagi…

Siapa sih.. yang gak tahu kalau Jokowi itu adalah ‘Market Darling’ dari Pasar Modal Indonesia? Dulu… ketika Pilpres 2014 … kita juga mengenal adanya ‘Jokowi Effect’.  Awalnya memang lebih karena hari dimana Jokowi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Capres, IHSG langsung bergerak naik lebih dari 3 persen (CMIIW deh.. saya lagi gak sempet lihat datanya).  Jokowi Effect ini kemudian berkembang Kondisi ketika Pilpres 2014 dimana kalau elektabilitas Jokowi naik.. IHSG akan bergerak naik, sedangkan kalau elektabilas lawan dari Jokowi naik, IHSG kemudian bergerak turun.

Pasar memang sudah lama jatuh cinta kepada Jokowi.  Ketika Jokowi muncul dengan Esemka-nya… ketika Jokowi muncul dengan Waduk Pluit … ketika Jokowi muncul dengan Pengaturan Pasar Tahan Abang … Rakyat langsung jatuh cinta.  Rakyat jatuh cinta kepada Jokowi bukan karena PDIPnya.. Rakyat bukan jatuh cinta pada Jokowi karena logat Jawanya yang sangat medhok.  Tapi… Rakyat jatuh cinta pada Jokowi karena komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur yang ‘beda’ terhadap Presiden-presiden kita dalam beberapa waktu terakhir.  Oke lah.. yang namanya Habibie, Megawati, Gusdur, semua memiliki masa jabatan yang terlalu pendek.  Akan tetapi, SBY yang diberi kesempatan untuk membangun negeri selama 10 tahun … terlihat hanya berkutat dengan membakar duit: melakukan subsidi BBM hingga jumlahnya gak kira-kira.  Kalau ndak salah niy.. kita sampai pernah besarnya subsidi BBM lebih besar dibandingkan dengan jumlah hutang yang dibuat oleh Pemerintah dalam waktu 1 tahun.  Gile.. ngutang jangka menengah/panjang bo… cuman untuk dibakar seperti itu.  Benar-benar dudul.

Rakyat yang gemes dengan ‘model pemimpin yang gak ngapa-ngapain itu’ … terkesan dengan ‘model kepentingan yang mementingkan pembangunan infrastruktur’ yang diusung oleh Jokowi.  Eit.. nanti dulu.  Jangan bilang kalau Rakyat gak mau punya pemimpin tentara.  Prabowo tidak menang… bukan karena dia tentara… apalagi ‘tentara otoriter’ yang sering dituduhkan.  Prabowo itu kalah karena dikelilingi oleh orang-orang yang tolol.  Terutama yang pada saat-saat terakhir .. malah misuhi NU.  Prabowo kalah gara-gara gagal untuk berbaik-baik… gagal merangkul masa NU.

Terus.. Jokowi terpilih menjadi Presiden dengan status menjadi ‘Market Darling’.  Terus.. apakah kemudian Jokowi ‘mencintai kembali’ orang-orang di pasar modal  dengan memberikan cuan, dengan membuat IHSG ‘bergerak naik banyak secara signifikan’ ??? Enggak juga.  Melihat pergerakan IHSG semenjak Jokowi diangkat menjadi Presiden pada bulan Oktober 2014, IHSG yang sebelumnya sempat mencetak rekor diatas 5.500 tidak lama setelah Jokowi berstatus Capres, kemudian malah turun mendekati level psikologis 4.000.

Apakah kebijakan Jokowi jelek sehingga IHSG turun hampir 1.500 poin selama setahun pertama pemerintahannya? Well… salah memilik Menkeu.. itu salah satu faktornya.  Tapi itu bukan hal yang paling besarnya.  Buruknya komunikasi kebijakan Pemerintah kepada media, itu menjadi faktor yang paling menghancurkan.  Dari masalah harga gas, harga semen, harga BBM, dan masih banyak lagi kegaduhan lainnya.. itu yang kemudian membuat harga saham jatuh bergelimpangan.  Baru setelah Sri Mulyani masuk ke dalam Kabinet… IHSG kembali mencetak rekor mendekati level psikologis 6.000.

Deket 6.000 loh ya .. kemarin penutupannya pada titik tertinggi di level 5.910,24.  IHSG kemarin new high… dan new close record.

Pertanyaannya adalah : Apakah IHSG akan 6.000?

Saya menjawabnya dengan pertanyaan : emang.. seberapa petingkah IHSG 6.000 itu? Jokowi sampai harus memanggil Boss BEI … Jokowi sampai menyempatkan main ke BEI sebelum IHSG 6.000 hari ini.  Emang seberapa penting IHSG 6.000?  Ya kalau IHSG 6.000? Kalau IHSG ternyata gak langsung 6.000 tapi terus turun dulu sampai dibawah 5.500 lagi bagaimana? Kalau IHSG 6.000 nya gak di bulan Juli… gak di kuartal ke III… tapi kuartal ke IV bagaimana? Bagaimana kalau IHSG 6.000 tenyata baru tahun depan?

Hehehe… Kalau memang IHSG dalam minggu-minggu ini.. ya saya tidak heran.  Toh cuman tinggal sedikit lagi.  Toh bentar lagi pengumuman kinerja emiten, earning seasong 1H2017 .. siapa tahu memang pada bagus sehingga IHSG bisa 6.000 bulan ini.

Eh… tapi kalau tidak … kalau ternyata IHSG 6.000 yang kurang sedikit lagi ini ternyata memang gagal 6.000 … saya punya sudut pandang begini :

Market itu… memang punya kebiasaan untuk membuktikan bahwa diri kita itu tolol.

Kita mau prediksi apa.. ternyata yang kejadian nggak seperti itu.. atau malah jadi sebaliknya.  Kita bilang harga naik atau turun… ternyata harga lari kemana.  Kita beli, ternyata harga turun… ketika kita cut loss.. malah harga naik.  Itu keseharian anda dan saya kan?

Jadi… sedikit saran buat Mas Jokowi : kalau IHSG ternyata tidak jadi 6.000 … jangan terus itu Dirut BEI dipecat.  Kalau IHSG gak jadi 6.000 … jangan terus itu Boss OJK yang baru naik terus anda lengserkan lagi.

IHSG .. kalau gak jadi 6.000 tapi malah 5.500 lagi… itu bukan ketololan siapapun juga.  Apalagi ketololan Mas Jokowi… jelas bukan!  Akan tetapi .. market dan IHSG memang seperti itu : punya kebiasaan untuk bilang bahwa diri kita itu tolol .. terutama di saat-saat yang kita inginkan.

Ah.. Mas Jokowi itu.. kaya orang gak pernah mlirit kartu di kos-kosan saja.  IHSG… kalau gak jadi 6.000 itu… ibarat sudah mlirit pelan kelihatannya mau As .. tapi yang muncul malah angka 2.  Biasalah itu.  Gak terlalu Istimewa.

Satu hal yang perlu diperhatikan disini adalah : pasar modal itu.. juga penuh dengan orang jahat.  Misleading information … itu adalah hal yang biasa.  Meski misleading information itu dilarang… tapi… belum pernah ada orang yang ditangkap karena membuat misleading information.  Analis yang dodol (seperti saya).. itu jumlahnya banyak.  Dodolnya gak sengaja.  Akan tetapi … kalau analis yang konsisten dodol sehingga terkadang kita sulit percaya kalau dia dodol dan malah sengaja menyebarkan misleading information.. itu saja gak bermasalah kok.

So… kalau IHSG ternyata gak 6.000 … Mas Jokowi gak perlu sakit hati.

Marketnya memang dodol.  Hehehe….

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Leave A Reply

Your email address will not be published.